MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel dan Kota Makassar telah menetapkan pelaksanaan debat untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta calon wali kota dan calon wakil wali kota. Debat dijadwalkan berlangsung tiga kali.
Penetapan debat pilgub diambil berdasarkan kesepakatan antara KPU tim penghubung empat pasangan calon. Masing-masing pada tanggal 28 Maret, 19 April dan 9 Mei. Lokasinya direncanakan di Makassar dan Jakarta.
”Untuk debat pertama, waktunya dipercepat sehari. Jadwal semula yang direncanakan dilaksanakan 29 Maret, dimajukan menjadi 28 Maret. Hal ini menyesuaikan dengan hak penyiaran televisi yang telah melakukan kerja sama dengan KPU,” kata Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli, kemarin.
Menurut Mardiana, KPU telah menggandeng salah satu televisi nasional untuk menyiarkan debat kandidat cagub-cawagub Sulsel. Dalam kesepakatan tersebut, penyiarannya bisa dilakukan pada 28 Maret. Sebab jadwal penyiaran untuk 29 Maret telah padat.
“Di 29 Maret, jadwal penyiarannya di televisi itu sudah padat. Sebenarnya bisa, tapi waktunya sempit. Nanti malah tidak sesuai dengan alokasi waktu yang telah disepakati dan esensi debat berkurang. Makanya kita majukan jadi 28 Maret,” jelas Mardiana.
Pada debat pertama nanti akan dilaksanakan di Makassar. Menurut Mardiana, ada alasan mengapa dilaksanakan pertama di Makassar. “Kenapa di Makassar? Karena KPU menganggap Makassar adalah barometer Indonesia Timur yang bisa mengedepankan dan merepresentasi pemilu di Indonesia Timur,” ucapnya.
Sedangkan untuk pelaksanaan teknisnya, Mardiana mengatakan belum ada pembicaraan lebih lanjut. Panelis yang akan mengisi debat pun diperkirakan akan ada enam sampai tujuh orang. Berasal dari kalangan yang berbeda-beda, mulai dari perguruan tinggi, tokoh agama, budayawan, hingga aktivis Non Government Organization (NGO).
Mardiana menjelaskan, ada tiga tema yang diangkat dalam debat. Tema merujuk Peraturan KPU nomor 4 tahun 2017 dan disesuaikan berdasarkan waktu debat.
Debat pertama pada 28 Maret nanti mengangkat tema; Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan Hidup dan Berorientasi pada Peningkatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahtraan Rakyat. Debat kedua 19 April, bertema Peningkatan Pelayanan Publik dan Pelayanan Sosial yang Berkeadilan dan Bermartabat. Sementara debat terakhir pada 9 Mei, mengusung tema Penguatan Kearifan Lokal yang Memperkokoh Ideologi Bangsa dan NKRI.
Untuk debat pilwali Makassar, debat pertama berlangsung, Jumat (16/3) lusa. Lokasinya di Hotel Grand Clarion, Makassar.
Ketua KPU Kota Makassar Syarief Amir, menyebut ada tiga tema debat untuk dua pasangan calon wali kota dan wakilnya. Yakni masalah transportasi, tata ruang dan sosiologi perkotaan, serta penataan kota dan dampak sosialnya.
”Semuanya sudah kami siapkan. Debat dilaksanakan tiga kali. Yang pertama 16 Maret. Sedangkan untuk debat kedua dan ketiga belum kami tetapkan harinya. Tapi rencananya debat kedua pada bulan April, dan debat ketiga akhir Mei atau awal Juni,” jelas Syarief Amir,kemarin.
Untuk debat perdana berlangsung pukul 19.00 Wita. Bertindak sebagai moderator M Iqbal Sultan (dosen Ilmu Komunikasi Unhas). Panelis diantaranya Prof Muin Fahmal (pakar hukum UMI), Dr M Ramli AT (sosiolog perkotaan) dan Lambang Basri (pakar transportasi). Untuk tim pendukung para paslon walikota yang diperbolehkan masuk dibatasi hanya 50 orang.
Dihubungi terpisah, calon wali kota Makassar incumbent Moh Ramdhan Pomanto mengaku sudah sangat siap mengikuti debat dan beradu gagasan untuk pembangunan kota. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukannya.
”Bagi saya tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti debat. Karena visi dan misi sudah teruji, dan semua program juga sudah dilaksanakan. Sisa menambah dan menyempurnakan yang kurang. Saya merasa saya sudah siap,” tegas Danny usai melakukan kampanye dialogis di Jalan Tinumbu, Selasa (13/3).
Untuk memahami lebih jauh lagi permasalahan kota dan kebutuhannya, setiap malam Danny menggundang warga bersama timnya untuk berdiskusi tentang masalah yang ada. Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang untuk mengevaluasi semua program yang ada.
“Setiap malam kita rapat, mencoba mengevaluasi semua program dan masalah yang ada. Apalagi kita luncurkan program Instagram atau Inspirasita Program DIAmi yang membantu mempertajam program yang telah dilaksanakan hari ini, dan menjawab perosalan masyarakat secara langsung,” terangnya.
Dalam debat kandidat nantinya, pasangan calon nomor urut dua ini akan menggunakan seragam DIAmi berwarna orange dengan celana kain.
Calon wakil wali kota Makassar Andi Rachmatika Dewi, juga menyatakan sudah sangat siap untuk mengikuti debat. Bahkan Cicu, panggilan akrab Andi Rachmatika Dewi sudah siap dengan rangkuman visi misi yang dibuat bersama Munafri Arifuddin dan tim. “Visi misi kami adalah rangkuman dari masukan masyarakat yang dijaring jaring lewat pertanyaan kuisioner yang dibagikan. Pertanyaannya terkait seperti apa Kota Makassar yang masyarakat inginkan,” ujar Cicu, kemarin.
Mantan wakil ketua DPRD Sulsel ini juga sudah berdiskusi dengan sejumlah pakar terkait persoalan Kota Makassar. “Kami selalu berdiskusi dan menerima masukan dari pakar dan tim terkait persoalan-persoalan di kota Makassar,” ujarnya.
Soal seragam yang dikenakan, Ketua DPD Partai Nasdem Makassar ini akan mengenakan baju yang identik dengan warna putih. “Kami selalu identik dengan warna putih. Kalau agenda pertemuan warga di luar debat, tiap hari kami selalu berkunjung tatap muka sosialisasi,” pungkas Cicu. (arf-jun-nug-rif/rus)
Debat Pilgub Dimajukan 28 Maret, Pilwali 16 Maret
