TANGAN Dg Mina (53) secara perlahan memindahkan pelat seng dari petak rumah berukuran 7×12 meter yang ludes terbakar pada Selasa (13/3) malam. Dia takut teriris sisa-sisa atap rumahnya itu. Tangan ibu paruh baya tersebut hitam karena diselimuti debu serta abu. Di tengah gerimis hujan, dia terus membersihkan. Mengumpulkan puing yang terbuat dari besi. Minimal bisa ditimbang di penjual besi tua. Selebihnya, tak ada tersisa sedikitpun. “Ini lagi baju yang kupakai kodong, dikasih mami sama orang,” katanya kepada BKM yang menyambangi lokasi kebakaran di Jalan Swadaya, ORT 5 ORW 3 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Rabu (14/3).
Hal yang sama dilakukan Hj Karima (48 tahun). Dua petak rumahnya ludes tak tersisa. Rumah tersebut selama ini dikontrakkan pada keluarganya.
Di beberapa petak rumah lain yang tinggal menyisakan sedikit dinding dan pondasi, sejumlah warga laki-laki dibantu beberapa relawan melalukan pembersihan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.40 wita di Jalan Swadaya tersebut menyisakan kesedihan dan kepedihan bagi warga.
Menurut Ketua ORW 3 Kelurahan Batua A Skrening, karena musibah itu, delapan rumah rata dengan tanah. Sementara tiga lainnya, tidak masih menyisakan sedikit bangunan.
Karena peristiwa itu, sembilan rumah yang dihuni 17 KK dengan total penduduk 59 jiwa kehilangan tempat tinggal. Terdiri dari tiga lansia, dua bayi, 12 anak-anak. Sisanya adalah orang dewasa serta remaja. Belum diketahui kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut.
“Selain rumah, ada juga dua motor yang ludes terbakar,” ujar A Skrening. Untuk sementara, korban kebakaran ditampung di rumah-rumah penduduk.
Di lokasi kebakaran, sejumlah petugas PLN juga mulai memulihkan dan menyambung kembali aliran listrik yang sempat terputus.
Bantuan terus mengalir. Baik dari Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial, maupun dari organisasi kemasyarakatan.
Namun sayang, masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan terkendala pada akses masuk ke lokasi, karena terendam banjir setinggi betis hingga lutut orang dewasa.
Hingga saat ini, aparat juga masih bekerja untuk memastikan dan mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. Namun, menurut A Skrening, dugaan sementara, penyebab kebakaran akibat korslet atau sambungan arus pendek di rumah salah satu warga.
Lurah Batua Jufri Jamado, menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Dinas Sosial untuk memberikan penanganan darurat bagi korban.
“Alhamdulillah bantuan terus mengalir sejak semalam. Kami mulai memikirkan penanganan selanjutnya seperti apa,” ungkapnya.
Dia mengatakan, yang saat ini menjadi kebutuhan paling mendeaak adalah pakaian, khususnya baju sekolah untuk anak-anak dan bayi.
Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Makassar, Laheru didampingi Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Rahman, menjelaskan pihaknya sudah menurunkan pasukan Tagana untuk membantu masyarakat membersihkan sisa sisa kebakaran. Juga disiapkan makanan jadi bagi korban, sekaligus membantu menyiapkan peralatan dapur dan keperluan lain.
“Kami tidak mendirikan dapur umum. Karena protapnya, nanti kita buat dapur umum kalau jumlah korban 100 lebih. Kita hanya suplai makanan saja,” pungkasnya. (rhm/rus)
Banjir Hambat Bantuan untuk Korban Kebakaran
