Site icon Berita Kota Makassar

Banjir, Macet Hingga Pohon Tumbang Timpa Mobil

MAKASSAR, BKM — Hujan yang mengguyur Kota Makassar sejak Selasa malam (13/3) hingga Rabu pagi (14/3) memicu terjadinya banjir. Air yang cukup tinggi memenuhi badan jalan. Dampaknya, kemacetan parah di ruang jalan protokol tak terhindarkan.
Seperti yang terjadi di Jalan AP Petta Rani depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Kendaraan roda dua dan empat bertumpuk di ruas jalan ini, karena akses alternatif di Jalan Mapala ataupun Jalan Raya Pendidikan tertutup air.
Parahnya lagi, luapan air hujan juga menggenang di jalan protokol. Ratusan mobil dan motor terjebak kemacetan parah. Terlihat deretan panjang kendaraan dari traffic light depan gedung DPRD Makassar hingga gedung Telkom.
Pengendara roda dua yang nekat melintas, sebagian diantaranya harus menanggung risikonya. Motor mereka banyak yang mogok, hingga akhirnya didorong ke lokasi ketinggian.
Di tempat lain, hujan yang disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang. Salah satunya di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan kantor PT Bumi Karsa, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Sebuah mobil Toyota Avanza yang tengah melintas tertimpa pohon yang tumbang. Kemacetan parah pun tak terhindarkan.
Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde yang menerima laporan peristiwa tersebut, langsung memerintahkan satgas kebersihan untuk datang ke lokasi kejadian. Dipimpin Kasi Kebersihan Kecamatan Biringkanaya Andi Achiruddin, batang pohon yang ada di tengah jalan langsung dipotong, untuk kemudian diangkut.
”Ada korban yang tertimpa pohon dan dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah berhasil diselamatkan,” ujar Andi Syahrum, kemarin.

Banjir Satu Meter

Selain pohon tumbang, beberapa titik pemukiman warga juga tergenang. Diantaranya Jalan Tritura RT 2 RW 8 Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, dan Jalan Batua Raya Lorong 3 RT 03 RW 01. Ketinggian air mencapai kurang lebih satu meter.
Kondisi yang hampir sama terlihat di kompleks CV Dewi, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang. Begitu juga di Jalan Gunung Lompobattang-Jalan Tinggimae, Kecamatan Ujungpandang.
Di Kompleks Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya yang memang menjadi langganan banjir jika hujan deras melanda, kembali terendam. Sedikitnya ada 12 rumah di kawasan ini yang kebanjiran.
Saharuddin, seorang warga yang rumahnya terendam air, mengatakan air dari bantaran sungai yang ada di perbatasan Kota Makassar meluap hingga ke permukaan jalan.
”Selalumi di sini. Kalau dua hari atau hujan seperti tadi tidak berhenti, pasti air meluap dan kita kebanjiran,” ucapnya saat ditemui, Rabu (14/3).
Air yang meluap dari Sungai Biring Je’ne itu telah mencapai betis orang dewasa. ”Yang lebih duluan banjir biasanya di belakang sini, karena paling dekat dengan aliran sungai. Tunggu-tunggumi, dua hari pasti sudah naik ke atas sana,” ujarnya sambil menunjuk ke bagian depan kompleks.
Ditanya tentang tanggul yang akan dibangun di sekitaran sungai tersebut, Saharuddin mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada sama sekali.
“Kalau kemarin-kemarin bantuan saja yang datang, tapi tidak adapi tanggul. Itu di sana ada penimbunan perumahan juga,” katanya lagi.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Makassar Andi Pahlevi, menjelaskan sudah ada anggaran yang dipersiapkan untuk mengatasi banjir yang biasa terjadi. Dialokasikan dalam program Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD).
”Besaran untuk pengendalian banjir Rp19,6 miliar. Sementara untuk penanggulangan bencana di BPBD sekitar Rp3 miliar,” ujar legislator Fraksi Gerindra ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Hujan disertai angin kencang kian sering terjadi, yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.
“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati, mengingat potensi hujan masih tinggi. Termasuk angin kencang,” kata Deng Ical, kemarin. (jun-ita-arf/rus)

Exit mobile version