SEBAGAI seorang perempuan, gebrakan demi gebrakan dilakukan oleh Sukarniaty Kondolele. Sukses membuka penerbangan internasional secara langsung di Makassar, wanita berjilbab yang akrab disapa Any ini membuat inovasi lain.
Laporan: Rahmawati Amri
BEKERJA SAMA dengan perusahaan taksi di Singapura, potensi pariwisata Sulsel dipromosikan. Sebanyak 150 unit sarana transportasi darat di negeri singa itu dibranding dengan gambar menarik.
“Kita mengeluarkan uang puluhan juta untuk desain. Alhamdulillah, kerja sama kita yang berlangsung selama dua tahun itu mampu meningkatkan nilai investasi di Sulsel. Itu dipamerkan KBRI Indonesia di sana dan mendapat respon baik,” ujarnya.
Dengan keberhasilan itu, Any pun ditawari oleh 33 provinsi sebagai pemateri dalam rangka menggaet kerja sama internasional.
Saat Pemprov Sulsel membuka seleksi terbuka alias lelang jabatan untuk posisi kepala Biro Ekonomi, wanita lulusan S1 Sastra Inggris Unhas ini tidak perlu proses panjang. Kecerdasannya pun menempatkan dirinya meraih skoring tertinggi untuk jabatan tersebut.
“Saya memang lulusan Sastra Inggris, tapi latar belakang saya dari awal meniti karir lebih banyak pada pembahasan ekonomi, sehingga saya pilih jadi kepala Biro Ekonomi,” jelasnya.
Menjabat di eselon II, dirinya lebih fokus pada fasilitasi dan koordinasi yang tentunya lebih banyak mengandalkan konsep.
Diapun terbiasa berkutat pada permasalahan inflasi dan menjalin kerja sama dengan pihak perbankan. Di eranya, inflasi Sulsel bisa terkontrol.
“Kita membentuk dua tim, tim pengendali inflasi daerah dan tim percepatan keuangan daerah. Itu yang kami perkuat, sehingga tidak ada celah bagi siapa saja untuk mempermainkan harga,” paparnya.
Dengan program itu, Any pun mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Timnya dinobatkan sebagai juara dalam hal pengendali inflasi.
“Inflasi pernah menurun 2,92 persen, yang sebelumnya mencapai 4 hingga 8 persen,” lanjut Any.
Saat ini, dirinya ditunjuk sebagai Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil-KB) Sulsel.
Nah, di instansi yang baru terbentuk itu, istri dari Andi Taufan M Alie (AKBP.Purn.SE.MM) ini berjanji melakukan terobosan pelayanan kependudukan pertama di Indonesia.
Identity Single Bumber (ISN) akan menjadi program unggulannya demi membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kependudukan di Indonesia, khususnya di Sulsel.
“Identitas kita hanya satu. Semua dilakukan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dan semua dasar pelayanan mengacu di situ. Bukan hanya pilkada, tetapi mencakup semua pelayanan publik. Seperti kesehatan, pertanian, perbankan, pajak, hingga mengurus kendaraan harus pakai NIK,” jelasnya.
Tidak tanggung-tanggung, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memberi deadline atau tenggat waktu agar aplikasi terkait ISN itu bisa selesai sebelum dirinya mengakhiri masa jabatan.
Semua data terkait kependudukan, mulai pendidikan, alamat, umur, dan database lainnya terangkum dalam galeri kependudukan tersebut. Jika ada instansi pemerintah yang membutuhkan data kependudukan, bisa berhubungan dengan Disdukcapil.
Bukan Sukarniaty Kondolele namanya kalau tidak menyanggupi tantangan gubernur. Dia berjanji akan merampungkan proyek tersebut sebelum masa jabatan Syahrul sebagai gubernur berakhir.
Menurutnya, jika ISN itu nantinya beroperasi, semua sumber data yang terkait dengan kependudukan akan terangkum dalam Galeri Kependudukan. Untuk menyimpan seluruh data penduduk, Disdukcapil secara khusus memesan software dari Amerika Serikat yang disebut GIS (Geography Information System).
“Itu nanti akan dikombain antara data kependudukan dengan software. Galeri itu hanya sebagai bahan informasi data kependudukan,” katanya.
Terkait untuk pemanfaatan data, lanjut dia, tidak sembarang yang bisa mengakses. Harus berasal dari instansi pemerintah. Itupun perlu mendapat izin terlebih dahulu dari gubernur.
“Harus melalui perjanjian. Sebelum instansi atau unit pelayanan mendapatkan data, harus ada kerja sama dulu atau MoU. Tidak bisa orang per orang. Harus lembaga pemerintah. Itupun harus ada izin dari gubernur,” pungkasnya. (*/rus)
