MAKASSAR, BKM — Pasar kendaraan niaga di tahun ini kembali menggeliat, menyusul membaiknya harga komoditas pertambangan dan perkebunan. Termasuk transportasi umum, konstruksi dan infrastruktur.
”Apalagi dengan pesatnya pertumbuhan e-commerce, ikut memicu geliat bisnis logistik. Informasi kendaraan niaga semakin menarik diperhatikan,” ujar Wilda Bachtiar, CV Marketing Manager PT Tata Motor Distribusi Indonesia (TMDI) di sela acara ‘Tata Truck Media Workshop’ di Hotel Four Points Makassar, Kamis (15/3).
Wilda menjelaskan, persaingan di segmen kendaraan niaga semakin bergairah dengan adanya merek Tata Motors. “Sejak 2015 kami fokus bermain di segmen kendaraan niaga. Pick up kami telah diterima dengan baik. Begitupun Truk Tata Prima series dan Tata Ultra yang mulai menjadi primadona baru truk tambang, ekspedisi muatan, dan truk logistik,” tambah Wilda.
TMDI hingga saat ini sudah memiliki 300 lebih touch points (jaringan pelayanan purna jual). Terdiri dari fasilitas 28 lokasi 3S (sales, service, spare parts), 6 titik 1S (sales) outlet, 77 titik Tata Certified Workshop (TCW) dan 200 lebih toko suku cadang di seluruh Indonesia.
Jody Kosasih selaku Direktur PT Celebes Prima Sejahtera, diler Tata Motors di Makassar mengatakan, respon pasar di Makassar terhadap mobil niaga produksi Tata Motors terbilang cukup besar.
Hingga kini, pihaknya telah menjual produk Tata Motors di daerah ini sekitar 361 unit all variant. Dengan jumlah penjualan ini, kata Jody, setidaknya menunjukkan kalau kualitas mobil niaga Tata Motors sudah tidak perlu diragukan lagi.
”Varian yang paling banyak laku terjual adalah pick up Xenon HD. Mobil tipe ini banyak dibeli pengusaha pertambangan dan pertambakan. Karena Xenon HD terbukti mampu mengangkut barang dalam jumlah banyak tapi dengan biaya yang murah. Karena bahan bakar minyak yang digunakan adalah solar,” terangnya.
Sedangkan untuk kalangan UMKM, lebih banyak memilih Super Ace HT. Karena sangat cocok untuk mengangkut barang perdagangan, seperti air mineral maupun sayuran dan buah-buahan.
Tentang potensi pasar truk di Makassar, Jody mengatakan, masih terbuka lebar. Bahkan ke depannya akan lebih baik lagi. Apalagi dengan melihat bisnis pertambangan kembali bergeliat.
”Untuk produk mobil truk tipe Ultra yang baru dilaunching beberapa waktu lalu, sekarang sudah terjual sebanyak enam unit di wilayah Makassar. Ini tentu menjadi awal yang baik dalam penjualan mobil truk dari Tata Motors di daerah ini ditahun 2018,” ujar Jody.
Sementara itu, Kiki Fajar, Corporate Communication Head TMDI mengatakan, Tata Motors mulai memproduksi mobil truk pertama kali sejak 75 tahun silam. Tata Motors adalah produsen mobil truk terbesar di India yang bernaung di bawah bendera Tata Group sejak 150 tahun lalu.
Selain basic bisnisnya adalah mobil truk, Tata Motors berhasil menguasai pasar mobil penumpang passenger. Untuk mobil tipe passenger telah beroperasi di 120 negara di dunia. Sedangkan untuk tipe komersial beroperasi di 40 negara.
”Tata Motors adalah merek global. Saat ini, Tata Motors telah memproduksi mobil mulai yang bertenaga 750 CC sampai kendaraan truk yang bisa mengangkut beban sampai 25 ton. Untuk tipe truk dan bus, Tata Motors masuk dalam peringkat lima besar dunia. Sekitar 58 persen revenue yang dihasilkan Tata Motors itu berasal di luar dari India. Dari jumlah itu, Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang revenue terbesar di Tata Motors. Tidak mengherankan jika manajemen Tata Motors menargetkan Indonesia menjadi pasar mobil Tata Motors terbesar kedua setelah India,” ujar Kiki.
Tentang workshop ini, tambah Kiki, Tata Truck Media Workshop adalah program berkelanjutan TMDI. Sebelumnya diadakan di Banten, Bandung, Lampung, dan Medan. Workshop ini bertujuan agar jurnalis semakin paham tentang teknologi truk Tata Motors. Baik dari aspek umum dan teknis. Termasuk positioning dan segmentasinya di peta industri otomotif nasional. (mir)
Mobil Niaga Tata Motors Laku di Makassar
