MAKASSAR, BKM — Hari ini, Jumat (16/3), Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo genap berusia 63 tahun. Suatu usia yang sangat matang dan dewasa. Dari angka itu, hampir separuh hidupnya digunakan untuk mengurus pemerintahan. Dia kenyang pengalaman dengan mengawali karirnya dari tingkatan terbawah birokrasi.
Secara perlahan dirinya menapaki tangga pemerintahan. Dari lurah, camat, sekda, bupati, hingga menjadi gubernur Sulsel selama dua periode.
Usia ke-63 tahun memiliki nilai spesial bagi seorang Syahrul. Karena menjadi ulang tahunnya yang terakhir sebagai seorang gubernur.
Tak ada yang spesial dipersiapkan dalam menyambut ulang tahun Sang Komandan.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel yang juga keponakan Syahrul, Devy Khadaffi menjelaskan masih seperti tahun-tahun lalu. Syahrul tetap disibukkan dengan agenda yang cukup padat.
“Tidak ada yang spesial. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya Agenda Pak Gub juga cukup padat,” ujarnya, kemarin.
Dia mengatakan, perayaan yang digelar hanya sebatas zikir akbar dan salat berjamaah di Masjid 99 kubah yang terus digenjot pembangunannya. Selain itu, ada peluncuran Film Karaeng Pattingalloang di rumah jabatan serta meresmikan perpustakaan pribadi di rumah kayu milik gubernur di Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
Kalaupun ada kejutan yang akan diberikan adalah keluarga berkumpul jelang pukul 00.00 Wita tanggal 16 Maret untuk mengucapkan selamat ulang tahun, sekaligus melafalkan doa-doa.
Secara khusus, bagi lelaki yang akrab disapa Devo itu, Syahrul tak sekadar seorang paman. Namun juga seorang ayah, guru, dan sosok panutan.
Dia mengatakan ada satu filosofi yang dipegang teguh sang paman dan terus terpatri dalam hatinya.
“Beliau selalu berjalan di atas rel aturan. Integritas terhadap tugas sangat tinggi. Selalu berjalan di atas rel kebangsaan, ” ungkap Devo.
Dia juga tak pernah lupa dengan pesan SYL agar dalam melaksanakan tugas, harus kerja ikhlas, sepenuh hati, dan tulus. Karena semua urusan rezeki, pangkat, dan jabatan, sumbernya dari Allah.
Dengan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas yang luar biasa, Devo berharap gubernur Sulsel itu tetap sehat, bijaksana, dan tetap menjadi bapak bagi seluruh masyarakat Sulsel.
“Saya sangat berharap Pak Syahrul masih bisa memberikan sumbangsih tenaga maupun pikiran bagi masyarakat Indonesia kendati sudah tak lagi menjabat sebagai gubernur, ” jelasnya.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Tautoto Tana Ranggina, merupakan salah satu pejabat yang dikenal cukup dekat dengan Syahrul.
Tautoto mulai ‘ikut’ dengan Syahrul sejak tahun 1994. Saat itu, Syahrul masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel.
Pada tahun 1996, saat Syahrul menjadi Bupati Gowa, Toto-sapaan akrabnya, turut dibawa serta.
Satu hal yang paling berkesan dalam beban Tautoto, kendati Syahrul sudah menjadi pejabat publik, kedekatannya pada masyarakat berbagai kalangan tetap tak berubah.
“Satu hal yang sangat berkesan adalah beliau tidak bisa makan sendiri. Siapapun yang ada didekatnya, mau Satpol PP atau siapapun akan diajaknya, ” kenang Toto.
Waktu dirinya masih menjadi staf di Bappeda Gowa, ketika sedang sibuk-sibuknya menyusun program kerja pemerintah hingga pukul 12 malam, Syahrul kadang datang menjenguk sekadar memberi semangat dengan membawakan makanan seperti nasi goreng.
“Itu bikin kita semangat. Jadi bukan karena persoalan uang, namun semangat yang ditularkan kepada kami,” jelasnya.
Banyak pesan berharap yang selalu ditekankan pada dirinya. Salah satu yang selalu terngiang adalah jangan ambil yang bukan hakmu.
Pernah dirinya menjadi kabag umum di Gowa. Ada saat ketika rencana pembebasan lahan di Jalan Aroeppala akan dilakukan. Syahrul berpesan agar jangan sekali-kali menggunakan kesempatan itu untuk membeli lahan di sana karena sudah tahu akan dibebaskan. Sebab akan menguntungkan diri sendiri.
Dengan pengalaman yang luas dan paripurna, Syahrul dinilai sangat cocok untuk menjadi pemimpin masa depan dalam skala nasional.
Dia berharap Syahrul tetap sehat dan tak berhenti memberi sumbangsih pemikiran bagi kebaikan dan kemajuan bangsa ke depan.
“Apa yang telah dilakukan Pak Gubernur selama ini akan menjadi legacy bagi kita semua. Termasuk untuk anak cucu kita ke depan. Selamat ulang tahun Pak Syahrul, semoga sehatki selalu, dan tak pernah lelah berbuat untuk bangsa,” pungkas Toto.
Jenderal Pamit
Sehari menjelang Ultah SYL, dua pimpinan di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) datang menemuinya untuk pamit. Mereka adalah Laksamana Pertama TNI Yusup dan Marsekal Pertama TNI Tedi Rizalihadi.
Laksamana TNI Yusup sebelumnya menjabat Panglima Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VI Makassar. Ia mendapat jabatan baru sebagai Wakil Asisten Operasi Kepala Staf AL. Dia digantikan oleh Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, dari Paban VI/Binkuat Sopsal.
Yusup mengatakan dirinya sudah menjabat sebagai Danlantamal VI Makassar selama 2 tahun 2 bulan lebih. Dirinya bersyukur mendapat partner kerja seperti Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
“Saya belajar banyak dari beliau. Pengganti saya Kolonel Dwi juga orang yang selama ini ikut membantu proses reklamasi yang ada di MNP dan CPI,” katanya di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (15/3).
Sementara Marsekal Pertama TNI Tedi Rizalihadi yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II (Pangkosekhanudnas II), mendapat jabatan baru di mabes TNI AU. Dia digantikan oleh Kolonel Penerbang Andi Berusaha yang sebelumnya juga bertugas di Mabes TNI AU.
Sama dengan Yusup, Tedi mengungkapkan meski baru menjabat setahun lebih, dirinya mengapresiasi dukungan gubernur Sulsel. Apalagi wilayah kerja Kosekhanudnas II meliputi Indonesia Timur dan perlintasan pesawat dari Australia ke Asia.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kinerja kedua jenderal ini. Mereka bahkan ikut membantu peningkatan produksi pertanian Sulsel.
“Pak Danlantamal membantu peningkatan produk rumput laut sepanjang 680 kilometer garis pantai kita. Ini menghasilkan Rp4,3 triliun. Sementara Angkatan Udara ikut membantu peningkatan produksi sapi sampai 2,6 juta ekor,” katanya.
Tak hanya pelibatan TNI AU dan TNI AL, Syahrul juga mengungkapkan di jajaran TNI AD berhasil membantu sektor beras dan gabah. Kepolisian ikut membantu peningkatan produksi jagung hingga bisa ekspor. (rhm/rus)
