MAKASSAR, BKM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menggelar debat bagi pasangan calon (paslon) malam ini, Jumat (16/3). Dua paslon, petahana Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti akan berhadapan dengan penantangnya Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi. Siapa yang jago?
Debat yang berlangsung di Hotel Clarion Makassar ini dimulai pukul 19.00 Wita. Durasinya selama 90 menit, dan disiarkan langsung salah satu stasiun televisi swasta.
Dosen Ilmu Komunikasi Unhas M Iqbal Sultan bertindak sebagai moderator. Sementara panelis terdiri dari Prof Muin Fahmal (pakar hukum UMI), Dr M Ramli AT (sosiolog perkotaan) dan Lambang Basri (pakar transportasi).
Ada tiga tema yang diusung dalam debat perdana ini. Yakni masalah transportasi, tata ruang dan sosiologi perkotaan, serta penataan kota dan dampak sosialnya.
Dihubungi secara terpisah, kedua paslon menyatakan kesiapannya untuk melakukan debat. Pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) mengaku tidak memiliki persiapan khusus.
Hal itu disampaikan Arsony selaku juru bicara calon wali kota Munafri Arifuddin. Menurutnya, Munafri alias Appi tidak melakukan persiapan khusus jelang debat. Sebaliknya, ia gencar turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Bagi pak Appi dan Ibu Cicu, persiapan terbaik adalah penguasaan materi kondisi obyektif masyarakat Makassar hari ini yang coba akan kita relevankan dengan tema. Soal drescode keduanya, dipastikan akan tampil dengan busana yang standar dan beretika tentunya. Kami belum memikirkan untuk memakai kostum apa, karena menurut kami itu bukan subtansi,” ujar Arsony. Pasangan ini identik dengan baju seragam warna putih.
Apakah CEO Bosowa Aksa Mahmud akan hadir pada debat tersebut? Arsony yang juga politisi PDIP Makassar ini mengaku belum ada konfirmasi soal itu.
“Pak Aksa belum kami konfirmasi terkait kehadiran beliau untuk memberi support moril. Tapi beliau senantiasa mendoakan pasangan Appi-Cicu untuk menang. Juga senantiasa all out untuk memberikan dukungan,” terang Arsony.
Andi Rachmatika Dewi menuturkan, saat ini pihaknya hanya melakukan pendalaman berkaitan dengan visi dan misi Appi-Cicu. Karena bukan hal yang tidak mungkin ini juga akan menjadi materi dalam debat nantinya.
“Tidak adaji persiapan berarti. Lebih pendalaman saja berkaitan visi dan misi,” kata wanita berkacamata yang akrab disapa Cicu ini.
Dia menambahkan, bahwa materi yang akan menjadi sub tema debat kandidat nantinya sudah ada di tangan tim pemenangan. Akan tetapi tidak ada persiapan khusus, lantaran jauh hari sebelumnya telah dipersiapkan oleh pasangan yang menggunakan tagline “Makassar Untuk Kita” ini.
“Materi debat sudah ada. Sekarang mungkin di tangan tim,” ucap mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu.
Menjelang debat, pasangan nomor urut 1 ini lebih intens masuk keluar lorong untuk bertatap muka dengan masyarakat. Bukan hanya silaturahmi, melainkan juga memperkenalkan sejumlah program unggulannya. Seperti penghapusan retribusi sampah, program Rp50 juta per tahun bagi ORT/ORW, dan program Warung Rakyat.
Calon wali kota incumbent Moh Ramdhan Pomanto, mengaku sudah sangat siap mengikuti debat dan beradu gagasan untuk pembangunan kota. Namun, tidak ada hal-hal khusus dilakukan oleh cawali yang akrab disapa Danny ini.
”Tidak ada persiapan khusus (untuk mengikuti debat). Karena visi dan misi sudah teruji, dan semua program juga sudah dilaksanakan. Sisa menambah dan menyempurnakan yang kurang. Saya merasa saya sudah siap,” kata Danny di kediamannya, Kamis (15/3).
Untuk memahami lebih jauh lagi permasalahan kota dan kebutuhannya, setiap malam Danny mengundang warga bersama timnya untuk berdiskusi tentang masalah yang ada. Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang untuk mengevaluasi semua program yang ada.
“Setiap malam kita rapat, mencoba mengevaluasi semua program dan masalah yang ada. Apalagi kita luncurkan program Instagram atau Inspirasita Program DIAmi yang membantu mempertajam program yang telah dilaksanakan hari ini, dan menjawab perosalan masyarakat secara langsung,” terangnya.
Dalam debat kandidat nantinya, pasangan calon nomor urut dua ini akan menggunakan seragam DIAmi berwarna orange dengan celana kain.
Mengacu pada aturan KPU Makassar yang membatasi pendukung masuk ke dalam lokasi debat, DIAmi hanya membawa 50 orang anggota timnya. Mereka adalah para relawan pemenangan.
Diantaranya adalah ketua Tim Relawan Terminator, Xena, Spartan, Avatar, Roya, Squadron, Komodor, Panglima Menara Pemenangan DIAmi, Sekretaris Menara Pemenangan DIAmi, Laskar Anak Lorongna, Gladiator, Intivada, dan ketua Tim 11.
“Tim relawan pemenangan DIAmi yang saya ajak masuk ke dalam lokasi debat, untuk melihat dan mengawal saja jalannya debat,” ujarnya. (jun-arf/rus)
SIAPA JAGO DEBAT
