Site icon Berita Kota Makassar

Polda Tunggu Ahli Konstruksi Usut Kerugian Negara RS Daya

MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini Penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, terus mendalami adanya kerugian negara dalam proyek pembangunan gedung Instalasi Gizi Rumah Sakit Daya Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, untuk mengetahui adanya kerugian negara pada proyek itu, pihak penyidik telah minta bantuan kepada ahli kontruksi.

“Kan ada laporan masuk di Polda. Dalam laporan itu, proyek tersebut baru 80% penyelesaiannya tapi telah dibayarkan 100%. Kita minta bantua ahli kontruksi untuk mengetahui kebenaran hal tersebut,” kata Dicky.

Dicky menerangkan, terkait permasalahan itu pihak penyidik Polda telah memeriksa Dirut RS Daya, dr Ardin Sani.

Hanya saja dalam pemeriksaan dr Ardin Sani, dia membantah hal itu. Sehingga untuk membuktikannya butuh bantuan ahli kontruksi.

“Ahli kontruksi yang tahu soal itu. Kalau sudah ada dari pihak ahli kontruksi, nanti pihak BPKP yang menghitung kerugian negaranya. Kita masih menunggu hasilnya. Kalaupun hasilnya tidak ada kita akan sampaikan ke publik, begitupun sebaliknya,” terangnya.

Direktur Utama (Dirut) RS Daya Makassar, dr Ardin Sani telah diperiksa penyidik Polda Sulsel. Dr Ardin Sani diperiksa penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan terhadap Dirut RS Daya itu, merupakan langkah awal untuk mengusut kasus tersebut. Saksi ahli pun akan dilibatkan. Termasuk pihak BPKP akan dilibatkan untuk menghitung kerugian negara.

“Sejumlah pihak juga akan diperiksa. Karena dalam proyek itu ada PPK, KPA dan PPTK. Itu semua akan diperiksa. Kalau sudah rampung pemeriksaan dan ada hasil kerugian negara maka akan baru bisa ada penetapan tersangka, ” kata Dicky.

Diketahui, proyek pembangunan gedung Instalasi Gizi Rumah Sakit Daya Makassar tersebut dikerjakan tahun 2017 lalu. Akan tetapi, pembayaran proyek itu ditengarai sudah 100%, padahal pekerjaannya baru 80%. (Ishak)

Exit mobile version