Site icon Berita Kota Makassar

BPJS Ketenagakerjaan Terus Sasar Pekerja Migran

MAKASSAR, BKM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memperluas kepesertaannya. Setelah sukses menggarap para pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah di dalam negeri, sekarang BPJS Ketenagakerjaan menggenjot kepesertaan untuk para pekerja Indonesia yang berada di luar negeri atau yang lebih dikenal pekerja migran.
Hingga akhir Februari 2018, jumlah pekerja migran yang telah direkrut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekitar 130 ribu orang. ”Jadi pada periode Januari 2018, jumlah pekerja migran yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baru berkisar 95 ribu orang. Tapi dibulan Februari 2018 telah mencapai 130 ribu orang atau naik sekitar 35 ribu orang,” kata Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, di sela acara Sosialisasi Visi Misi dan Internalisasi Budaya BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Sulawesi dan Maluku (Sulaman), Kamis malam (15/3) di Hotel The Rinra Makassar.
Naufal Mahfudz yang didampingi Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, Sudirman Simamora dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Sulkaf S Latief, lanjut mengatakan, layanan untuk menjangkau tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang selama ini dikenal dengan istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sudah dimulai sejak 1 Agustus 2017.
Dikatakan, saat ini pihaknya sementara menjajaki pembukaan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di luar negeri. Ini untuk menjemput bola dalam meningkatkan layanan terhadap pekerja migran.
Langkah itu dilakukan dengan mengomunikasikan bersama pihak kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat. ” Pada posisi Januari 2018, masih tercatat sekitar 95 ribu orang. Namun pada Februari 2018, sudah mencapai 130 ribu orang lebih,” katanya.
Bagi Naufal, angka ini tentu menggembirakan. Namun pihak BPJS Ketenagakerjaan masih harus bekerja keras dalam menyosialisasikan manfaat BPJS kepada para pekerja. Alasannya, pekerja migran yang sudah terjangkau BPJS Ketenagakerjaan masih jauh lebih sedikit dibandingkan tenaga kerja yang proses dan prosedurnya masuknya ke suatu negara secara tidak legal.
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulama, Sudirman Simamora, mengatakan, pada akhir 2017 tercatat sebanyak 23 ribu tenaga kerja yang mendaftar di wilayah kerjanya. Jumlah kepesertaan itu terdiri dari tiga kategori, yakni pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, dan pekerja jasa konstruksi.
Khusus untuk pekerja nonformal yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Sulama, mencapai 110 persen dari yang ditargetkan. Untuk kepesertaan pada posisi Januari-Februari 2018, akunya, masih rendah dan sudah lumrah pada setiap awal tahun. Kondisi perlahan-lahan kembali normal pada Maret dan bulan-bulan berikutnya. (mir)

Exit mobile version