GOWA, BKM — English Camp (Perkampungan Inggris) yang dibentuk Pemkab Gowa di Lingkungan Bontoa, Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong adalah perkampungan yang sengaja dibentuk untuk mendukung pengembangan kewisataan di kota Malino.
Kadis Pendidikan Gowa, Salam selaku penggerak program Kampung Inggris cetusan Bupati Gowa itu, menjelaskan jika kampung Inggris ini sengaja dibentuk dengan tujuan mendukung Malino sebagai destinasi wisata nasional. Apalagi Malino kini memiliki even unggulan dan telah masuk kalender nasional wisata yakni Beautiful Malino.
“Kampung Inggris ini betul-betul adalah satu perkampungan yang kita khususkan penghuninya akan fasih berbahada Inggris. Dalam penataannya, di perkampungan ini akan ada beberapa lembaga bahasa Inggris yang akan membimbing masyarakat setempat untuk bisa berbahasa Inggris. Tujuan utama dari pembentukan kampung Inggris ini adalah untuk mendukung destinasi wisata Malino tersebut,” jelas Salam.
Salam juga mengatakan, dengan adanya kampung Inggris ini akan menjadi momen kesiapan bagi masyarakat Malino dalam melayani kunjungan wisatawan. “Setidaknya masyarakat bisa lebih mudah berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara karena sudah bisa berbahasa Inggris. Jadi itulah sasaran kenapa ada perkampungan Inggris ini. Jadi sambil menjemput wisatawan, masyarakat juga diedukasi berbahasa asing,” tambah kadisdik.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyempatkan diri meninjau perkampungan Inggris tersebut. Saat bertandang ke perkampungan Inggris yang dipusatkan di Lingkungan Bontoa, Kelurahan Bulutana, Senin (19/3) siang, Adnan mengatakan jika seluruh aset wisata di Malino harus menjadi obyek penting bagi wisatawan.
Kehadiran Kampung Inggris menurutnya adalah bukti komitmen pemerintah dengan masyarakat dalam memuluskan kota Malino sebagai destinasi wisata di Indonesia.
” Ini untuk melengkapi cita-cita kita bersama dalam menjadikan Gowa sebagai kabupaten pendidikan pertama di Sulsel. Dan dengan adanya English Camp ini setidaknya bisa menjadi variabel sehingga bisa memenuhi capaian itu, ” kata Adnan.
Selain menjadikan kabupaten pendidikan pertama di Sulsel, tambah Adnan, pihaknya juga mensinergikan dengan program Beautiful Malino sebagai destinasi nasional. ” Ada simbiosis mutualisme yakni program kita Beautiful Malino atau menjadikan Malino sebagai destinasi nasional dan menghadirkan tour guide. Nantinya kita berharap itu dari sini sehingga setidaknya bisa menambah penghasilan masyarakat Bulutana. Menjadikan masyarakat Malino dan Tinggimoncong secara umum untuk pandai berbahasa Inggris,” kata bupati saat disambut masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Bulutana dan Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong di rumah adat Balla Lompoa Buttatoa.
Terpisah, Lurah Bulutana, Suhardiman Utama kepada media menjelaskan Kampung Inggris di Lingkungan Bontoa itu dihuni sekira 400 KK. Masyarakat Lingkungan Bontoa saat ini telah mulai menata diri khususnya untuk belajar berbahasa Inggris.
“Kami sangat bersyukur karena ternyata Lingkungan Bontoa yang dipilih untuk menjadi kampung Inggris. Karena itu masyarakat Bontoa betul-betul mempersiapkan diri. Memang sudah waktunya masyarakat yang berada di kawasan wisata siap melayani tamu-tamu wisatawan yang datang,” kata Suhardiman.
Dengan hadirnya Kampung Inggris di Tinggimoncong, Camat Tinggimoncong, Andre Mauritz pun mengaku semakin siap membenahi Tinggimoncong sebagai daerah wisata. Secara umum, Tinggimoncong tidak hanya memiliki Malino semata, tapi hampir seluruh kelurahan dan desa di Tinggimoncong memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata.
“Kami berharap bukan hanya masyarakat di Bontoa Bulutana yang mampu berbahasa Inggris tapi semua wilayah di Tinggimoncong seyogyanya bisa demi mengantar Kecamatan Tinggimoncong dan Kabupaten Gowa sebagai destinasi wisata dan sebagai kabupaten pendidikan tentunya,” kata camat.
Terkait kesiapan Lingkungan Bontoa sebagai Kampung Inggris itu, Prof Dr Nurdin Noni dari UNM pun langsung melakukan peninjauan untuk kesiapan pembentukan lembaga-lembaga bahasa Inggris di kampung tersebut. (saribulan)
