Site icon Berita Kota Makassar

Karaeng Galesong Layak Jadi Pahlawan Nasional

PEMERINTAH dan masyarakat Kabupaten Takalar tengah memperjuangkan salah satu tokohnya untuk menjadi pahlawan nasional, I Mannindori I Kare Tojeng Karaeng Galesong. Sebuah seminar nasional pengusulan pahlawan nasional bagi Karaeng Galesong dilaksanakan di Hotel Maxone, Makassar, Sabtu (17/3).
Acara ini dibuka secara langsung Bupati Takalar H Syamsari Kitta,SPt.MM. Hadir para tokoh masyarakat Takalar. Termasuk pemangku adat Sombayya ri Gowa Andi Maddusila. Bahkan, raja dari tanah Jawa juga ambil bagian dalam seminar ini.
Diantaranya Yang Mulia KGPAA Paku Alam IX al Haj- Anglingkusumo, Ketua Umum DPP Masyarakat Adat Nusantara Yang Mulia KPH YAM Tuan Rheindra J Wiroyudho Alam Syah, Yang Mulia Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon diwakili Yang Mulia Andi Mapparessa Karaeng Turikale, serta Forum Silaturahmi Keraton Nusantara.
Mereka bahkan membacakan piagam dukungan terhadap upaya menjadikan Karaeng Galesong sebagai pahlawan nasional. Piagam dukungan itu selanjutnya diserahkan kepada Prof Dr Aminuddin Salle,SH.MH sebagai tim TP2GD Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar H Syamsari Kitta mengatakan, dalam visinya ia menulis Takalar Unggul, Sejahtera dan Bermartabat. ”Bangunan visi itu abstrak. Kita mau menjadikan visi itu menjadi nyata. Sehingga dibutuhkan profil tokoh yang bisa menginspirasi nilai abtrak tersebut. I Mannindori I Kare Tojeng Karaeng Galesong inilah yang merupakan profil tokoh tersebut. Beliau konsisten dengan keberanian dan kejujurannya,” kata Syamsari.
Diakui bupati, pengusulan Karaeng Galesong ini sebenarnya sudah dua kali dilakukan oleh pemerintahan Bupati Ibrahim Rewa kala itu. Hanya saja, pada pengusulan kedua dianggap tidak valid. Kenapa? Karena hanya mengulang surat usulan yang pertama. Semua dokumen yang dikirim ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, tak ada yang berbeda dengan dokumen pertama.
”Jadi tidak ada yang baru dalam usulan kedua itu. Nah, sekarang sudah ada petunjuk dari Kementerian Sosial. Apa yang kurang, itu yang akan kita lengkapi. Karenanya, dalam seminar nasional ini kita hadirkan Pakualaman dan pihak keraton dari Jawa. Termasuk dari Raja Gowa,” ujarnya.
Kehadiran pihak dari keraton di Jawa, menurut Syamsari, sekaligus sebagai bentuk jawaban atas anggapan ‘miring’ yang dialamatkan kepada Karaeng Galesong selama ini.
”Kalau saya yang menjawab sendiri kan obyektif jadinya. Makanya, pihak keraton dari Malang, Yogyakarta serta Paku Alam juga kita hadirkan. Dan mereka menegaskan bahwa anggapan miring terhadap Karaeng Galesong selama ini tidaklah benar,” tandasnya.
Selain seminar nasional, tambah Syamsari, Pemkab Takalar juga memasifkan kampanye untuk menjadikan Karaeng Galesong sebagai pahlawan nasional. Bahkan, dia sudah berbicara dan mengusulkan di tingkat OPD, bahwa draft akhir dari rencana ini akan dibahas dalam sebuah seminar nasional di Jakarta.
Di sana, keturunan Karaeng Galesong, seperti Setiawan Djodi ataupun keturunan yang lain dari garis Dr Wahidin Sudirohusodo akan dihadirkan. Kementerian Sosial juga diharapkan hadir. Dari situlah nantinya pemerintah pusat sangat diharapkan bisa menganugerahkan pahlawan nasional untuk Karaeng Galesong. Prof Dr Aminuddin Salle sebagai tim TP2GD Kabupaten Takalar, menilai sangat penting untuk menjadikan Karaeng Galesong sebagai pahlawan nasional. Alasan pertama, ia telah menegakkan nila-nilai kearifan lokal siri’ na pacce. I Mannindori telah meninggalkan negerinya Galesong yang begitu menjanjikan, karena tidak suka harkat dan martabatnya diinjak-injak.
”Kedua, Karaeng Galesong adalah tokoh pemersatu bangsa. Bukan hanya orang Bugis-Makassar, tapi jugaJawa, Madura hingga Kalimantan beliau persatukan. Jadi tidak hanya sebagai pahlawan melawan kolonialisme, tapi juga menegakkan kaerifan lokal dan mempersatukan bangsa dalam melawan imperialisme,” jelas Aminuddin Salle.
Untuk usulan pahlawan nasional bagi Karaeng Galesong kali ini, diakui mantan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi itu, akan dilakukan perombakan besar-besaran. Tentunya melalui tahapan yang baru sesuai dengan aturan yang berlaku.
”Usulannya berdasarkan kajian akademik yang paling komprehensif. Meneliti kembali apa kekurangan yang lalu. Antara lain, adanya upaya yang membelokkan sejarah bahwa Karaeng Galesong itu adalah bersekutu dengan Trunojoyo untuk menaklukkan Mataram. Padahal sesungguhnya ia memerangi Belanda yang kebetulan berada di Mataram. Padahal sesungguhnya dia memerangi Belanda yang kebetulan berada di Mataram,” jelas Prof Aminuddin.
Kedua, tambah dia, selama ini ada kesan bahwa Karaeng Galesong dan armadanya menjadi perompak. ”Padahal tidak seperti itu. Bersama pasukan yang lain, semata-mata untuk mengganggu distribusi pangan yang hendak disuplai ke Batavia. Dia melawan terus menerus pantang menyerah,” terangnya.
Atas perjuangannya selama ini, Prof Aminuddin menegaskan, sudah sangat layak jika I Mannindori I Kare Tojeng Karaeng Galesong diangkat menjadi pahlawan nasional.
”Kalau mau disebut layak, sudah sangat layak. Bahkan lebih dari layak. Orang Jawa saja menghormati beliau. Banyak tulisan-tulisan orang Jawa tentang Karaeng Galesong. Karena itu, kita mesti berbuat lebih,” tandasnya. (*/rus)

Exit mobile version