Site icon Berita Kota Makassar

Rakor Forum Pembina FKKS Luwu Target Swastisaba Wistara 2019

LUWU, BKM — Forum Pembina Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) Kabupaten Luwu menggelar rapat koordinasi (Rakor) program kerja 2018-2019 di ruang kerja Pelaksana tugas (Plt) Bupati Luwu, H Amru Saher, Kamis (22/3/2018).

Rakor yang dipimpin langsung Amru Saher membahas peranan kelembagaan dalam penyelenggara Kabupaten/Kota Sehat dan menargetkan penghargaan swastisaba wistara tahun 2019.

Amru Saher dalam rakor ini mengajak seluruh anggota forum pembina dan FKKS mulai tahun ini memikirkan program-program kebijakan daerah di masing-masing lembaga atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka mendukung forum kota/kabupaten sehat.

“Penataan kawasan atau lokasi khusus dalam rangka mendukung program kabupaten/kota sehat harus mulai dikerja dan diprogramkan saat ini, tidak boleh lagi tiba masa tiba akal, atau bekerja saat mendekati penilaian,” ujarnya.

Selain menargetkan penghargaan Swastisaba Wistara, penataan kawasan dan lokasi khusus program kabupaten/kota sehat juga bertujuan terwujudnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifutas dan ekonomi wilayah di masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Dalam penilaian kota/kabupaten sehat 2017, Kabupaten Luwu meraih penghargaan swastisaba wiwerda.

2019 mendatang, untuk mendukung target swastisaba wistara Forum pembina dan Forum Kabupaten/Kota Sehat (FKKS) akan melakukan perbaikan sejumlah kawasan dan lokasi khusus.

Yakni, kawasan pariwisata sehat, perkantoran sehat, kawasan industri sehat, kawasan sosial yang sehat, kawasan masyarakat yang mandiri, kawasan hutan sehat, kawasan lalulintas yang sehat.

Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir, bersama Kepala Bappeda dan Litbang, Muhammad Rudi, menjelaskan tujuan dari kota/kabupaten sehat agar tercapainya kondisi kabupaten/kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program kesehatan dan sektor lain.

Sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktifitas dan perekonomian masyarakat.

“Sasarannya terlaksananya program kesehatan dan sektor terkait yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan forum yang disepakati masyarakat,” ujar Muharrir.

Kedua terbentuknya forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemda dan pihak swasra, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik.

“Ketiga terwujudnta kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk meningkatkan produktifutas dan ekonomi wilayah di masyarakar sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi lebih baik,” tambah Muhammad Rudi.  (irwan musa)

Exit mobile version