MAKASSAR, BKM — Seorang warga Jalan H Kalla, Campagayya, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang bernama Kadir (35) terciduk petugas Resmob Polsek Panakkukang, Rabu (21/3). Ia lalu digiring untuk pengembangan kasus.
Namun, dalam perjalanan Kadir berbuat ulah. Lilitan tali yang mengikat tangannya dia putuskan. Kemudian menendang seorang petugas kepolisian yang mengawalnya. Selanjutnya mencoba untuk melarikan diri.
Tembakan peringatan yang dikeluarkan aparat tak dihiraukannya. Tindakan represif pun diambil. Kaki kirinya ditembak, hingga akhirnya Kadir tak lagi berkutik.
Sebelumnya, pada Senin (19/3), tersangka dilaporkan oleh korbannya yang seorang mahasiswa, tinggal di kos-kosan Campagayya. Dalam laporannya, korban mengaku kehilangan dua unit gawai miliknya. Ciri-ciri pelaku disebutkannya, yakni bertubuh tinggi kurus, ada tato di tubuhnya serta gigi depannya ompong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap mengintruksikan personel resmob untuk melakukan penyelidikan. Tim dipimpin Panit 2 Ipda Robert Hariyanto Siga didampingi Dantim Bripka Dzulqadri.
Saat dilakukan penyisiran tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), tampak seorang pria tengah asyik minum kopi. Ciri-cirinya persis seperti disebutkan korban.
Tim resmob kemudian menghampirinya. Mengetahui jika yang datang adalah polisi, gelagat Kadir langsung berubah. Saat lelaki kurus ini tersenyum, terlihat ompongnya. Ada pula rajah di badannya.
Tanpa menunggu waktu, petugas pun meringkusnya. Selanjutnya digiring ke Mapolsek Panakkukang guna pemeriksaan lebih lanjut.
Di awal interogasi, ia berkelit. Namun setelah didesak, Kadir akhirnya mengakui bahwa dirinyalah yang mencuri di sebuah rumah kos Kampung Campagayya. Tapi hanya satu unit gawai saja yang diakuinya dibawa kabur. Sementara menurut keterangan korban, ada dua unit gawai miliknya yang dicuri.
Personel resmob lalu menggiringnya ke TKP. Dia dipertemukan dengan korban yang bersikukuh jika pelaku mengambil dua HP miliknya. Lagi-lagi dia berkelit.
Tim resmob yang membujuknya berkata jujur, membuahkan hasil. Kadir mengaku mengambil dua gawai korban. Namun satu diantaranya telah dijual ke seorang pria bernama Sapri (48), beralamat di Jalan Pongtiku.
Hari itu juga tim resmob membawa pelaku untuk menunjukkan rumah Sapri. Melihat Kadir bersama polisi, Sapri pun tak bisa menghindar. Diapun digelandang ke Mapolsek Panakkukang.
Sapri mengaku membeli HP dari Kadir seharga Rp300ribu. Selanjutnya, dijual lagi dengan harga yang sama ke pria lain.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan tersangka bukan kali ini pertama melakukan aksinya. ”Sebelumnya, ia sudah beraksi dua kali di tempat berbeda. Dia ini residivis. Pernah merantau di Kalimantan selama enam bulan. Setelah itu kembali lagi ke Makassar dan melakukan pencurian,” terang Kompol Ananda. (ish/rus)
Tendang Polisi, Maling Gawai di Kos Mahasiswa Ditembak
