PANGKEP, BKM — Pelayanan pasien di RSUD Pangkep kembali dikeluhkan beberapa pasien. Pasalnya, mereka terpaksa membeli obat di luar rumah sakit. Bahkan beberapa keluarga pasien mengeluhkan minimnya obat yang disediakan pihak RSUD Pangkep.
Salah seorang keluarga pasien asal pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, Sukri, mengeluhkan pelayanan pamannya yang dirawat di RSUD Pangkep. Keluarganya beberapa kali terpaksa membeli obat di apotek luar rumah sakit.
”Paman saya itu sudah empat harimi dirawat. Sejak saat itu, saya selalu mondar mandir ke apotek untuk menebus resep dari dokter. Meski paman saya punya KIS, tapi tetap diminta membeli obat di luar,” keluh Sukri.
Sementara itu, Direktur RSUD RSUD Pangkep, dr Annas Ahmad, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (21/3), menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya pasien yang diminta membeli obat di luar rumah sakit.
”Informasi ini harus dicek kebenarannya. Apa jenis obatnya dan siapa nama pasiennya,” kata dr Annas.
Dikatakan dokter ahli bedah ini, pembelian obat di luar RSUD Pangkep memang biasa terjadi apabila obat yang dibutuhkan pasien tidak tersedia di RSUD Pangkep. Tetapi itu bersifat kasuistis. Mungkin alasan adanya permintaan pasien yang menginginkan obat paten atau karena ada obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
”RSUD Pangkep masih memiliki ketersediaan obat yang cukup. Kalau pun ada yang terbatas, hanya pada jenis obat tertentu. Itu pun tidak dalam waktu lama, karena hanya menunggu suplai dari distributor,” pungkas Annas. (udi/mir/c)
Warga Pulau Keluhkan Pembelian Obat di Luar RSUD Pangkep
