Site icon Berita Kota Makassar

Lagi, Ahli Waris Desak Pembayaran Lahan Eks SD Bung

MAKASSAR, BKM — Ahli waris lahan eks SD Bung yang saat ini menjadi kompleks Ruko di Jl Perintis Kemerdekaan depan Kampus Unhas Tamalanrea menuntut sisah pembayaran lahan tersebut.

Arman alias Ammang (42) salah satu ahli waris meminta Dg Sattu sebagai kuasa penerima pembayaran lahan, agar memberikan sisa pembayaran kepada ahli waris.

“Kami minta dan mendesak Deng Sattu selaku kuasa dari ahli waris untuk memberikan sisa pembayaran lahan kami. Jika tidak, kami akan memagar kembali lokasi itu,” kata Ammang.

Sebenarnya, lanjut Ammang, pihak pemilik Ruko, Frenky sudah membayar lunas lokasi tersebut secara keseluruhan, sebesar Rp5,4 miliar.

Pelunasan pembayaran dari Frenky ke Deng Sattu dilakukan secara bertahap.

Hanya saja Deng Sattu, ketika dilakukan pelunasan, tidak menyampaikan ke ahli waris. Dan sampai sekarang, ahli waris belum menerima sisah pembayarannya.

“Ada empat ahli waris di lokasi itu, semua hanya menerima separuh harga. Nah sisanya ini yang kami tuntut. Deng Sattu harus bertanggungjawab,” tegas Ammang yang mengancam akan memagari kembali lokasi tersebut.

“Kalau sampai 2×24 jam kami tidak dibayarkan. Maka kami akan turun pagar lokasi tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ammang juga mengancam akan membuka ‘Borok’ proses peralihan lahan SD Bung ke tangan pengusaha Ruko, Frenky. Menurutnya, banyak keganjalan dalam proses peralihan pada lokasi tersebut, termasuk permainan harga lahan.

“Saya tahu semua prosesnya dari A sampai Z. Banyak yang aneh, termasuk permainan harga lahan yang dilakukan Deng Sattu,” tandas Ammang.

Sementara itu, Deng Sattu yang ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu, mengakui jika lokasi tersebut sudah dilunasi oleh Frenky sebesar Rp5,4 miliar. Dan semua ahli waris juga sudah menerima pembayarannya.

“Semua ahli waris sudah kita bayarkan, termasuk Ammang. Pembayarannya kita berikan secara bertahap, dan setahu saya sudah lunas,” kata Deng Sattu.

Menurut Deng Sattu, yang Ammang kejar-kejar itu adalah fee pembayaran terakhir dari Frenky.

“Kalau soal fee itu memang ada, tapi dia (Ammang) harus hitung juga sudah berapa pengambilannya ke saya. Karena beberapa kali Ammang datang ambil uang ke saya. Cuman semua pengambilannya tidak ada hitam diatas putih,” ujar Deng Sattu. (drw)

Exit mobile version