MAKASSAR, BKM — Demi memastikan harga komoditas khususnya sembilan bahan pokok (Sembako) di Makassar stabil jelang bulan suci ramadan, Pemerintah Kota Makassar masih menyusun agenda untuk turun melakukan operasi pasar.
Operasi pasar yang bakal dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar, agar harga tetap stabil dan tidak terjadi penimbunan sembako sebulan menjelang ramadan. Selain itu, penting operasi pasar dilakukan guna memastikan ketersediaan atau stok sembako seperti beras, telur ayam, gula pasir, daging, maupun minyak goreng aman.
Kepala Disdag Makassar Muh Yasir mengaku, sejauh ini pihaknya masih menyusun agenda operasi pasar-pasar baik tradisional maupun modern. Operasi pasar Disdag nantinya dilakukan bersama dengan Satgas Pangan bentukan pemerintah pusat dengan melibatkan aparat penegak hukum.
“Setiap tahun operasi pasar jelang ramadan kita aktif turun. Dan bukan hanya di jelang ramadan saja, hari-hari biasanya juga kita turun memantau ketersediaan komoditi yang ada. Operasi pasar tahun ini kita akan turun bersama Satgas Pangan bentukan pemerintah pusat,” kata Yasir, Jumat (23/3).
Yasir menambahkan, usai mengikuti rapat yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, diminta segera turun melakukan pengawasan stok komoditi ke pasar-pasar yang ada.
“Tiap tahun semuanya aman, kami tidak menemukan adanya pelaku yang menimbun stok sembako atau komoditi. Tentu pelaku yang didapatkan diserahkan ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum,” tandasnya.
Terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta seluruh stakeholder mulai dari Disdag Kota Makassar hingga kepolisian untuk mengawasi seluruh peredaran barang sembako untuk meminimalisir terjadinya penimbunan sembako sebulan jelang ramadan.
Menurut Ketua Komisi B DPRD Makassar, M Yunus, mengatakan, agar tidak terjadi penimbunan sebelum memasuki bulan ramadan, ia meminta agar Disdag terus melakukan pengawasan. Tujuannya, mencegah adanya spekulan yang bermain dan menindaki tegas jika ada yang terbukti menimbun sembako menjelang Ramadan.
“Ini yang perlu dicegah memang karena jangan mendekati ramadan baru ditindaki dan dilakukan pemantauan. Disdag harus turun sekarang sebulan sebelum ramadan agar spekulan yang bermain segera ditindaki,” ungkapnya saat di DPRD Makassar, kemarin.
Lanjut Ketua Fraksi Hanura ini bahwa spekulan yang bermain terhadap barang sembako perlu di tindaki secara hukum. Bahkan dirinya mengaku sangat mudah mengetahui jika ada penimbunan sembako, seperti terjadinya kelangkaan bahan sembako di pasaran.
“Kalau kita pikir-pikir kalau sudah terjadi kelangkaan maka akan mudah mengetahui bahwa pasti ada kelangkaan disitu. Seperti ini yang perlu dilaporkan ke pihak yang berwajib karena merugikan masyarakat,” bebernya.
Sedangkan anggota Komisi B DPRD makassar, Aziz Namu menuturkan, akan sulit mengendalikan harga bahan pokok jika sudah naik di pasaran, akibat dari penimbunan bahan sembako. Tidak hanya itu, ia juga mengakui sangat sulit menekan laju kenaikan harga sembako jelang ramadan. Sehingga perlu ada langkah antisipasi yang dilakukan Dinas perindustrian dan perdagangan agar harga tetap terkendali.
“Spekulasi harga sembako juga harus diwaspadai, mengingat tingginya permintaan konsumen menjelang ramadan dan Idul Fitri sehingga harga berfluktuasi,” ujarnya.(ita-arf)
Pemkot Agendakan Operasi Pasar Jelang Ramadan
