MUSIK adalah bahasa universal. Iramanya akan menjadi enak didengar bila mampu diaransemen dengan baik. Termasuk lagu daerah.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
NAMANYA Muchsin Hasnan Yusuf. Ia yang akrab disapa Moexin ini bisa dibilang menjadi salah pencipta musik yang indah itu. Sepanjang karirnya, dia telah mengaransemen berbagai jenis lagu. Termasuk lagu-lagu Bugis-Makassar. Hasilnyapun terdengar begitu menakjubkan.
BKM berkesempatan menyaksikan penampilan langsung Moexin di Chopper Cafe & Resto Jalan Kasuari, Makassar pada Minggu (25/3). Dengan menggunakan gitar listrik andalannya, Moexin berhasil memukau para pengunjung di cafe tersebut dengan aransemen khas lagu daerah yang telah digubahnya sendiri.
Setelah perform, barulah BKM berkesempatan menggali lebih dalam informasi mengenai dirinya. Pria kelahiran Makassar, 3 April 1973 ini, mengatakan jika dulu dirinya sesekali bermain musik secara reguler sebagai band pengiring.
Tercatat, Moexin pernah bergabung dengan banyak band lokal. Seperti Parfin Band pada 1986. Kemudian ada juga Marching Band pada 1990 sampai 1995. Selama itu pula, ia selalu mendapat predikat The Best Guitar selama 5 tahun di Makassar.
Dalam proses karir di dunia musik, Moexin memulai bermain di cafe, dari tahun 1996 hingga 2008. Moexin bahkan sempat masuk di Kareba Cafe sebagai band pengiring, yang kala itu lebih mengedepankan entertaint.
Moexin mulai belajar bermain gitar akustik dari temannya. Selanjutnya ia memperdalam kemampuan bermain gitarnya di tahun 1986 melalui kursus selama enam bulan.
Untuk lebih meningkatkan keahliannya, Moexin juga tak lupa belajar dari para musisi. Beberapa musisi senor di masanya pun dikatakan Moexin pernah melatih dirinya. Hal itu tentu membuat keahliannya dalam bermusik semakin meningkat.
Dalam pengakuannya, Moexin menyukai berbagi jenis musik.Meski bergenre pop, tapi Moexin juga menguasai semua genre musik seperti metal, rock, jazz juga blues.
Seiring waktu, Moexin mematangkan konsep bermusiknya. Salah satunya dengan musik tradisional dengan balutan western. Sentuhan genre musik modern sama sekali tidak membuat Moexin melupakan lagu tradisional rupanya.
Lagu daerah yang diaransemennya bisa kita dengarkan di albumnya yang berjudul; Dawai Makassar. Moexin selalu punya alasan mengapa harus musik tradisional. Salah satunya adalah bisa menjadi inspirasi bagi musisi generasi mendatang untuk dapat memaksimalkan musik tradisional agar tidak musnah ditelan zaman.
Moexin selalu membayangkan jika para musisi muda Makassar bisa mendekatkan diri pada lagu-lagu tradisional. Hal itu bertujua agar Makassar bisa menjadi salah satu industri musik Indonesia.
“Semoga musisi Makassar dapat menghasilkan karya-karya tanpa harus berharap dari label luar. Dengan demikian musisi Makassar dapat menjadi tuan rumah di tanah Makassar sendiri,” tandasnya. (*/rus/b)
