Site icon Berita Kota Makassar

Dishub tak Fokus di BRT Pattalassang-Sentral

MAKASSAR, BKM — Perum Damri melirik trayek poros Pattalassang-Sentral untuk dilalui bus rapid transit (BRT). Hanya saja, Dinas Perhubungan Sulsel belum melakukan survei.
Hal itu dibenarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata) Dishub Sulsel Fahlevi Yusuf. Sejak awal Marer lalu, dia merencanakan melakukan survey. Namun sayang, hingga saat ini, pihaknya belum melaksanakan rencana tersebut.
Menurut Pahlevi, dirinya sudah melaporkan rencana itu ke Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Ilyas Iskandar. Namun menurut instruksi Ilyas, untuk melakukan survey trayek baru itu, tunggu load factor koridor 7 dan 8 dulu yakni trayek Pallangga-Takalar dan Galesong-Pasar Butung diselesaikan dulu.
“Saya sudah laporkan ke Pak Kadis. Namun beliau katakan, selesaikan load factor trayek yang baru dibuka dulu, ” ungkapnya, Senin (26/3).
Dia melanjutkan, persiapan untuk survei trayek yang akan melalui jalan-jalan utama seperti poros Pattalassang, Samata, Hertasning, dan berakhir di Sentral itu sudah dilakukan.
“Minggu lalu, kami sudah koordinasi dengan Giant yang berlokasi Tun Abd Razak untuk meminta disiapkan tempat agar bisa melalukan survei termasuk lakukan Amdal Lalin, ” jelas Pahlevi.
Rute poros Pattalassang-Pasar Sentral cukup potensial untuk dibuka. Apalagi belum ada angkutan massal yang melayani daerah ini. Padahal di daerah Pattalassang dan Samata banyak perumahan.
Selain akan melakukan survei untuk rute baru tersebut, menurut Pahlevi, saat ini Dishub juga sementara melakukan evaluasi terhadap dua koridor yang ada di Kota Makassar. Yaitu koridor 2 dan 3 akan dievaluasi. Pasalnya rute ini melewati JL AP Pettarani yang akan menjadi lokasi pembangunan jalan tol layang.
“Tapi hasil pembicaraan terakhir sepertinya tak akan terganggu. Pasalnya hanya satu lajur tiap jalur yang akan ditutup untuk pembangunan jalan layang ini,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version