MAKASSAR, BKM — Dirham (21), seorang pemuda yang merupakan pengantar barang jualan lewat online yang lebih dikenal kurir di media sosial (Medsos), tak mengenal situasi cuaca. Bahkan hujan kehujanan dan panas kepanasan, demi mendapat kepercayaan konsumen pemilik barang.
Prinsip hidup Dirhan jika dirinya melakukan pekerjaan yang digelutinya saat ini agar terus berlanjut. Upah dari pengantaran barang yang ia peroleh dalam sehari, meski tak menentu namun menurutnya, itu sudah lebih dari cukup.
Kepada Berita Kota Makassar, kemarin,Dirham mengaku jika dirinya menerima pengantaran dari pihak pelaku penjualan lewat online. Dalam mengantar barang konsumen ?dari pihak pemilik barang yang menjual lewat online, biasanya dalam sehari mengantar 50 titik lokasi.
”Kalau dalam sehari saya mengantar barang pesanan konsumen pihak penjual lewat online. Itu tiap pengantaran saya menyerahkan ke pihak penjual. Yang jelas, tergantung jaraknya. Saya hanya mengantar saja dan mengetahui alamatnya. Biasa diberi Rp10.000 hingga Rp20.000 per titik (konsumen). Tapi biasa ada pula konsumen yang iba memberi kami tip. Kadang Rp10.000 kadang pula tidak ada. Tapi kan saya sudah dapat biaya pengantaran,” beber Dirhan
Menurut Dirhan, pekerjaan yang digelutinya tidak semuanya pemilik barang jualan (penjual) lewat nline memercayai seseorang. Karenanya, harus dikenal baik pemilik barang (penjual), memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), kemudian mengetahui jalan di Makassar dan dibutuhkan kecepatan.
”Saya setiap melakukan pengantaran harus tepat waktu. Karena biasanya konsumen kadang hendak keluar rumah dan tak ingin menunggu lama. Kadang pula konsumen berada di luar. Nah, kami kejar waktu biar pesanan lain semua terselesaikan meski cuaca hujan. Itu kami lakukan agar mendapat kepercayaan baik dari pemilik barang maupun konsumennya,” kata Dirhan, Senin (26/3).
Warga Jalan Pongtiku ini mengungkapkan, jika hasil jerih payah yang diperoleh Rp1.000.000 per hari diberikan ke orangtuanya. Selebihnya ia simpan buat menikah. ”Biasanya saya peroleh Rp1.000.000 per hari. Itu kalau pengantaran lancar. Tapi biasa barang penjual yang tidak ada. Alasannya permintaan konsumen cukup banyak sementara barang tidak ada. Jadi biasa juga kalau beberapa pemilik barang yang lain menyuruh saya mengantar, kadang mengantar hanya 10 konsumen. Dan itu yang didapat Rp200.000. Tapi saya selalu ditemani rekan saya agar barang bawaan bisa ada yang memegang. Dan itu yang memegang, saya yang berikan uang. Kadang bagi dua hasil,” ujarnya. (ish/mir/b)
Jadi Kurir Pengantar Barang Raup Rp500.000 per Hari
