Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswi Ini Berpendapatan Rp5 Juta Tiap Bulan

MAKASSAR, BKM — Waktu adalah uang. Demikian peribahasa yang sering didengar. Peribahasa ini menjadi motivasi?, Rizky Zulya Ali, seorang mahasiswi di Makassar. Ia tak menyia-nyiakan waktunya yang telah dikemas. Selain beraktivitas kuliah, ia juga berjualan lewat online di media sosial (Medsos). Itu ia lakukan untuk tidak membebankan orangtuanya.
?Rizky Zulya Ali? merupakan mahasiswi semester 6 STIEM Bongaya. Kepada Berita Kota Makassar, kemarin, Rizky mengatakan, pihaknya sejak duduk di bangku SMA terinspirasi dengan berjualan. Apalagi kala itu ia melihat di sebuah Medsos, sejumlah warganet menawarkan berupa barang. Saat itulah wanita berparas cantik ini termotivasi.
”Awalnya saya hanya melihat di media sosial. Sejumlah warganet menawarkan jualannya. Dari situlah saya termotivasi. Kebetulan juga saya memiliki uang Rp200.000. Saya kemudian mencobanya dan memilih barang berupa sepatu. Melihat barang di toko itu kelihatannya cukup elegan digunakan. Nah, saya membelinya lalu saya pakai. Saya menyuruh adik untuk menjepretku. Tampak kelihatan bagus. Kemudian sepatu itu saya jepret lalu memposting di sebuah grup media sosial. Alhamdulillah, peminatnya luar biasa. Langsung pada hari itu puluhan warganet memesan,” jelas Rizki, Senin (26/3).
Meski demikian, puluhan warganet yang memesan dengan barang hanya sepasang membuat Rizki jadi kebingungan. Pasalnya, permintaan cukup banyak sementara barang hanya sepasang. Sementara keuntungan barang yang dijualnya hanya Rp30.000. Ia kemudian menyampaikan orangtuanya jika butuh modal untuk usaha.
”Ketika saya meminta modal sama orangtuaku, sempat orangtuaku terkejut. Karena saya tiba-tiba minta uang. Tapi saya jelaskan dengan baik. Sehingga mereka memberiku seadanya. Sementara untuk permintaan itu harus terpenuhi ke pemesan. Cukup modal itu hanya 5 pasang, lalu saya bangun kepercayaan ke pihak penjual di toko. Nah, dari sinilah saya mendapat keuntungan hingga barang yang di pesan warganet terpenuhi,” beber Rizki.
Dari keuntungan itu, lanjutnya, meski belum seberapa namun bisa melanjutkan usaha yang digelutinya. ”Untungnya masih kecil. Uang yang saya pinjam dari orangtuaku saya harus kembalikan secepatnya. Apalagi saya sudah mendapat kepercayaan dari pihak toko. Hari demi hari hingga dari awalnya hanya jual sepatu karena permintaan warganet yang memercayaiku lalu saya pun menuruti permintaan warganet dengan memesan tas hingga dua item barang yang saya jual. Setiap hari saya bisa raup keuntungan Rp150.000 per hari,” jelas Rizky.
Pendapatan yang diperoleh Rizky diperuntukkan buat kebutuhan sehari-harinya. Di samping itu, ia bayarkan untuk kuliah. ”Usaha jualan sepatu dan tas selama ini keuntungannya hanya kebutuhan sehari-hari dan untuk bayar kuliah. Setidaknya, saya tidak membebani lagi orangtuaku. Hingga saat ini barang jualan yang saya beli berasal dari Surabaya untuk saya tawarkan ke warganet,” cetusnya.
Rizky mengatakan, dalam berjualan ia tidak fokus pada sepatu dan tas yang harganya mulai Rp60 ribu sampai Rp130 ribu. Namun ia juga mengamati permintaan warganet. ”Saya tidak mesti hanya jualan sepatu dan tas. Namun apa yang saya amati dari barang jualan ngetren dan cukup booming itu yang akan saya jual. Apalagi sudah ada kepercayaan yang terbangun ke warganet,” kata Rizky. (ish/mir/b)

Exit mobile version