PANGKEP, BKM — Dari 112 pulau yang ada di wilayah Kepulaun Pangkep, ternyata baru 12 persen yang menikmati fasilitas listrik dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kondisi ini menjadi tanda kalau warga pulau di kabupaten Pangkep masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, saat menghadiri Seminar Energi Terbarukan Australia-Indonesia, Senin (26/3) di Hotel Four Point, Makassar.
Hadir dalam seminar tersebut, Menteri Pertambangan, Perminyakan, Perdagangan dan Hubungan Asia Pemerintah Australia Barat, Bill Jhonston.
Syahban mengakui jika masih cukup banyak pulau di wilayah Kepulauan yang membutuhkan listrik. Terutama yang menggunakan energi terbarukan. Seperti listrik dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
“Dari 112 pulau baru sebagaian pulau yang menikmati listrik dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sekarang baru sekitar 12 persen yang punya PLTS. Kita berharap pemerintah Australia Barat bisa membantu kami dengan teknologinya,” harap Syahban.
Mantan Kepala Bappeda Pangkep ini menilai PLTS bukan lagi sebagai energi alternatif, tetapi menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Apalagi pihak PLN juga masih sangat sulit untuk menyuplai listrik ke wilayah pulau.
Sementara itu Menteri Pertambangan, Perminyakan, Perdagangan dan Hubungan Asia Pemerintah Australia Barat, Bill Jhonston mengapresiasi dan menyambut baik kalau ada dari pemerintah daerah yang menawarkan kerja sama.
“Untuk pihak yang membutuhkan bantuan energi terbarukan. Kami memang memiliki teknologi pembangkit listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” Pungkas Bill Jhonston. (Udi)
