MAKASSAR, BKM — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 di Jalan Bonto Manai, Kecamatan Tamalate diserang sekelompok pemuda, Minggu malam (25/3) sekitar pukul 19.00 Wita. Aksi penyerangan terjadi ketika pelajar tengah menggelar kerja bakti dalam rangka persiapan menghadapi ujian.
Kelompok penyerang melempari gedung sekolah dengan menggunakan batu. Bahkan mereka masuk ke dalam lingkungan sekolah dan memukuli seorang pelajar.
Kepala SMKN 10 Andi Umar Patta memperkirakan pelaku berjumlah puluhan orang. Mereka yang mengenakan baju kaos tiba-tiba saja menyerang siswa siswinya yang tengah membersihkan sekolah dan menjaga komputer untuk ujian.
”Pelaku datang dan langsung menyerang. Bahkan memukuli siswa kami,” ujar Patta, Senin (26/3).
Ia menduga, aksi massa ini bermotif masalah pribadi. Hal itu diketahui dari keterangan salah seorang penjaga sekolah bernama Muh Said (45). Ketika itu dirinya berjaga di pos jaga sekolah. Tiba-tiba pelaku masuk dengan membawa bambu serta batu.
”Penjaga sekolah tak bisa menahan massa dan mengikutinya dari belakang. Dia sempat menanyakan siapa yang dicari. Tapi tak dijawab. Ketika menemukan seorang siswa kami, pelaku langsung memukulinya. Dia bilang ada masalah dengan siswa tersebut. Siswa kami dipukul pakai bambu. Pelaku juga merusak dan melempari ruang perpustakaan dengan batu serta memukulnya menggunakan bambu. Akibatnya, kaca jendela pecah,” terang Umar lagi.
Usai melakukan penganiayaan dan pengrusakan, para pelaku meninggalkan sekolah. Siswa yang tak terima perlakuan kelompok penyerang, memberikan perlawanan. Keduanya terlibat saling serang. Bersama warga sekitar, massa berhasil dipukul mundur.
Akibat insiden tersebut, seorang siswa kelas XI bernama Wisnu menderita luka memar. Sementara kelompok penyerang belum diketahui identitasnya.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar AKP La Ode Idris yang dikonfirmasi, mengaku telah menerima informasi tersebut. Kata dia, aparat Polsek Tamalate telah datang ke lokasi beberap saat setelah kejadian. Keterangan sejumlah saksi telah diambil.
”Kelompok penyerang masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” ujarnya, kemarin. (ish/rus)
Siswa SMKN 10 Diserang saat Kerja Bakti
