YUSUF menjelaskan, PSDA sudah dari dulu mengantisipasi hal tersebut dengan cara memasang fortal penahan kendaraan besar, serta menyimpan drum cor beton tapi sudah dibuka oleh pengendara.
Kini, lanjut Yusuf pihaknya telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan semua pihak seperti Dinas Perhubungan, pemerintah setempat, dan pengusaha tambang agar jembatan tersebut tak dilalui lagi kendaraan besar.
“Bayangkan kalau bendung itu jebol dampaknya sangat mengerikan bagi warga,”jelasnya.
Kepala UPTD PSDA Wilayah 7 Bila, Drs Syarifuddin mengatakan, tim dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan- Jeneberang Makassar sudah turun meninjau lokasi tersebut.
“Dari Provinsi sudah pantau. Jalan keluarnya akan dibuatkan trotoar dan taman diatas jembatan. Sehingga tidak ada lagi mobil truk yang bisa melintas,” pungkasnya. (ady/C)