Site icon Berita Kota Makassar

Bypass Mamminasata Skala Prioritas

MAKASSAR, BKM — Penyelesaian proyek jalan ByPass Mamminasata terus dikebut. Bahkan pembebasan lahan jalan lingkar ini masuk dalam usulan prioritas nasional yang akan dibiayai oleh APBN 2019 mendatang.
Hal ini diungkapkan Inspektur Utama Kementerian PPN/Bappenas Roni Dwi Susanto saat pelaksanaan Musrenbang Sulsel tahun 2018 di Hotel Clarion, Rabu (28/3).
“Salah satu program yang akan masuk dalam RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Tahun 2019 adalah pembebasan lahan Bypass Mamminasata. Ini untuk mendukung konektivitas antar wilayah dalam mengurangi kesenjangan antar daerah,” katanya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulsel, Amin Yakub mengakui pembebasan lahan Bypass Mamminasata menjadi satu-satunya usulan pembebasan lahan yang disetujui dalam Rakortek beberapa waktu lalu.
Tahun lalu, menurut Amin anggaran sekitar Rp100 miliar kembali menjadi Siapa setelah proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh BPN tak rampung. Akibat tahun ini pihaknya terpaksa mengusulkan kembali anggaran tersebut.
“Kita berharap semua lahan yang belum dibebaskan biasa dianggarkan terutama untuk tahap pertama. Tapi kalau bisa untuk tahap berikutnya juga sudah dianggarkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 02 Satker Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XIII Makassar, Marlin Ramli mengatakan saat ini I proses pembangunan jalan masih pada tahap pertama sepanjang 13,75 km.
Jalan sepanjang 48,3 km yang akan menghubungkan Maros, Makassar dan Gowa ini membutuhkan anggaran 2,42 triliun untuk penyelesaian. Selain masalah anggaran, proses pembebasan lahan jadi faktor penghambat.
“Total kebutuhan lahan tahap pertama 13,75 km sebanyak 546 bidang atau 599.316,02 meter persegi. Lahan yang sdh dibebaskan sampai dengan 2016 sebanyak 352 bidang atau 404.268,75 meter persegi. Total lahan yang belum dibebaskan 154 bidang dengan luas 152.079 meter persegi,” pungkasnya. (rhm)

Exit mobile version