GOWA, BKM — Banyaknya ditemukan serakan sampah di Pos 8 gunung Bawakaraeng berupa sampah anorganik seperti plastik bekas bungkusan makanan kemasan, minuman kaleng, botol miras, hingga kondom membuat Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong sebagai pemilik wilayah area gunung setinggi 2.830 MDPL di atas permukaan laut itu menjadi prihatin.
Camat Tinggimoncong, Andry Mauritz saat dikonfirmasi, Rabu (28/3/2018) malam mengatakan, akses jalan menuju gunung tertinggi kelima di Sulsel ini bisa melalui Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang dan bisa melalui Kabupaten Sinjai. Sehingga untuk memonitor kedatangan pendaki agak sulit kecuali pendaki melalui Lembanna.
Adanya serakan sampah di atas gunung Bawakaraeng diakui Andry sebagai ulah para pendaki itu sendiri. ” Iya, para pendaki sendiri yang berbuat seperti itu, buntutnya pemerintahmi yang biasa disalahkan. Cuma kita tidak bisa awasi para pendaki khususnya yang masuk lewat jalur Sinjai,” jelas camat.
Kendati sulit memantau aktivitas pendakian namun menurut Andry jika tidak ada upaya dari berbagai pihak untuk mengantisipasinya maka jelas volume sampah di Bawakaraeng akan bertambah.
Dijelaskan Andry, gunung Bawakaraeng adalah salah satu aset berharga yang dimiliki Gowa, khususnya Provinsi Sulsel. Bawakaraeng juga merupakan hulu di mana menjadi sumber air yang mengalir ke sungai Je’nebarang dan tertampung di waduk Bilibili untuk sumber air minum dan pengairan.
“Karena itu, kami mengimbau para pendaki agar menjaga kelestarian alam gunung Bawakaraeng. Gunung ini jangan dicemari dengan hal-hal negatif, jadi bukan hanya sampah tapi juga perbuatan amoral lainnya,” tandas camat. (saribulan)
