WARGA Sidrap juga terkena dampak dari belitan kasus Abu Tours. Sedikitnya ada 671 calon jamaah yang gagal berangkat untuk menunaikan ibadah umrah.
Salah satu yang mengalaminya adalah Darmiati asal Dua Pitue. Ia sudah menyetor biaya umrah ke Abu Tours sebesar Rp20 juta melalui agen di Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap.
“Baru sebulan saya setor uang, travel ini langsung bermasalah hukum. Dari dulu kami selalu dijanji mau berangkat, tapi hingga saat ini belum jadi-jadi. Jadi saya tegaskan minta uang dikembalikam saja,” kata Darmiati, kemarin.
Hal senada juga diungkapkan Nurhaeda, calon jamaah Abu Tours dari Kecamatan Kulo. Ia mengaku sudah tidak percaya lagi dengan travel tersebut. Karenanya, dia masih tetap mengejar agen yang telah mendaftarkan namanya.
“Masa’ dia minta lagi tambahan Rp15 juta baru berangkat. Padahal sudah dibayar Rp18 juta. Tentu saya tidak mau. Apalagi sudah ada kasusnya seperti ini,” cetusnya.
Nurhaeda sendiri telah menyetor Rp18 juta ke agen Abu Tours yang ada di Sidrap pada Desember 2017 lalu. Namun sampai sekarang belum diberangkatkan.
Para calon jamaah yang batal berangkat ini berharap agar pihak kepolisian Sidrap juga bisa mengusut agen Abu Tours yang ada di daerah ini.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidrap H Irman Baharuddin, membenarkan adanya keluhan dari para calon jamaah Abu Tours di daerah ini. Irman menyebutkan, sedikitnya 671 calon jamaah umrah Abu Tours yang sudah mengambil rekomendasi pembuatan paspor. Terhitung mulai Juli 2017 hingga Januari 2018. Masih banyak yang sudah menyetor tapi belum mengambil rekomendasi.
“Kasihan, ratusan calon jamaah itu sudah mengambil rekomendasi untuk pembuatan paspor di Kemenag, malah ada kasus seperti ini di Abu Tours,” kata Irman.
Ia sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenag Sulsel untuk tidak lagi mengeluarkan rekomendasi buat calon jamaah Abu Tours. Dengan persoalan itu, Irman mengimbau agar warga Sidrap pintar-pintar memilih biro perjalanan haji dan umrah.
“Kalau mau umrah, sebaiknya ke Kemenag dulu konsultasi biro perjalanan haji dan umrah yang resmi. Jangan sampai jadi korban seperti Abu Tour,” tegas Irman.
Kapolres Sidrap, AKBP Ade Indrawan mengimbau kepada calon jamaah Abu Tours yang ada di daerah ini dan merasa dirugikan, agar melaporkannya ke polisi. Pihaknya berjanji untuk menindaklanjutinya. (ady/rus/c)
Sebulan Usai Setor Rp20 Juta, Langsung Bermasalah
