MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Susuman Halim mengkritisi lima Ketua Panitia Khusus (Pansus) Prolegda yang hingga saat ini jalan di tempat.
Hal ini tegas disampaikan Susuman Halim bahwa hampir setiap hari dirinya berkantor, namun tidak kunjung ada rapat yang digelar oleh ketua pansus. Apalagi, dirinya masuk dalam pansus PDAM.
“Kalau saya ketua pansus saya sudah mulai bahkan saya maratonkan rapatnya. Tapi ini baru ekspose, padahal seharusnya sudah masuk ke batang tubuh pasal perpasal,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Selasa (27/3).
Legislator Fraksi Demokrat ini menyayangkan sikap lima ketua pansus yang sudah mulai mengabaikan tugas utamanya sebagai wakil rakyat, yang lebih mengutamakan pilkada.
“Yah tidak boleh juga begitu, tugas utama kitakan disini menjadi wakil rakyat. Entah kalau yang lain masih ada kunjungan, saya sebagai anggota pansus berharap sekali pimpinan pansus itu aktif, ini sudah hampir setengah tahun, kita hargai lima pansus ini dibentuk, malah saya arahkan rapat maraton,” terangnya.
Terkait hal itu, Ketua Pansus Perlindungan Anak, Lisdayanti Sabri menuturkan, dirinya belum sama sekali membahas pansus tersebut diakibatkan padatnya kunjungan kerja dewan ke luar kota.
“Saya masih kunjungan BK di Semarang, nanti pulang baru kita rapatkan,” singkatnya.
Terpisah, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia turut mengkritisi kunjungan kerja (Kunker) DPRD Makassar dan terabaikanya 33 proglegda dan lima pansus yang telah terbentuk, namun tidak kunjung dibahas.
Menurut Muzaddaq, jadwal pembahasan pansus prolegda selama ini dihabiskan untuk melaksanakan kunjungan kerja atau study banding di luar pulau Sulawesi. Wajar saja jika sesama legislator saling menginggatkan dan mengevalusi dewan yang malas.
“Alat evaluasi bagi dewan untuk menilai kinerja sesama sejawatnya memang perlu, apalagi selama ini di BK juga kurang berfungsi sebagai mana mestinya, ” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Lanjutnya, tugas dan fungsi dewan sebagai pengawas untuk melaksanakan pembetukan perda tidak lagi maksimal. Dapat dipastikan jika hasil seadanya saja, hanya untuk memenuhi tugasnya.
” Dari bahan evaluasi DPRD tidak akan maksimal, mengingat waktu yang sangat sempit. Ini hanya memenuhi tanggujawab,” ujarnya. (ita)
Susuman: Lima Pansus Tidak Aktif
