SOPPENG, BKM — Objek Wisata Permandian Air Panas Lejja Dusun Mattirobulu Desa Bulue Kecamatan Marioriawa, Soppeng, seolah tak terurus.
Beberapa komponen wisata yang menjadi primadona bagi para pencinta refreshing itu rusak dan terbengkalai.
Ironisnya, permandian wisata Lejja merupakan Penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar yakni Rp 1 miliar lebih pertahunnya.
Namun tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang ada di dalam wisata air panas tersebut.
Seperti yang terlihat, tehel kolam renang pecah pecah, dan berlumut. Namun tidak ada tanda tanda pemerintah untuk memperbaiki.
“Sayang sekali, permandian Lejja tidak terurus. Coba lihat kerusakan pada kolam tersebut, sudah lama rusak tapi belum juga diperbaiki,” kata Rusdi salah satu warga Soppeng.
“Sudah lamami itu rusak bahkan tidak sedikit pengunjung yang teriris tehel disitu, sudah banyakmi orang yang teriris pak,” ujarnya.
Menurut Rusdi, tahun lalu ada perbaikan kolam, tapi hanya sebagian. Harusnya semua kolam diperbaiki supaya pengunjung tidak was-was lagi.
Sementara itu Anggota DPRD Komisi Tiga H.Naspiding yang dihubungi melalui telpon selulernya mengaku sangat perihatin dengan kondisi kolam renang di permandian Lejja.
“Dengan kondisi Lejja sekarang ini, menjadi prisident buruk Pemda dalam hal ini Dinas Pariwisata. Seharusnya ini cepat diantisipasi karena bisa mempengaruhi pengunjung, bisa bisa pengunjung Lejja akan berkurang,” jelasnya. (sartono)
