MAKASSAR, BKM — Salah satu kelompok yang telah mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) LPM Penalaran UNM di STIE Amkop beberapa hari yang lalu bakal meneliti tentang Mobile Legend.
Hal ini dipaparkan langsung dalam Seminar Proposal Penelitian PMP di Gedung Bahasa Arab UNM, Sabtu (31/3/2018).
Ketua Kelompok, Irnawati mengungkapkan, bahwa fenomena game mobile legend sebagai gaya hidup di Indonesia saat ini cukup mencengangkan diminati dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Game online diminati sebanyak 70% usia 13-17 tahun. Karena game ini prkatis, memiliki pilihan hero yang unik dan bisa dimainkan bersama-sama.
Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Dimana masa ini adalah masa pencarian, keingintahuan, serta ajang ikut ikutan dan coba-coba untuk mengetahui suatu hal untuk mengetahui suatu pola yang cocok untuk mengapresikan jati diri.
Termasuk jika ada tren-tren terbaru seperti game online maka akan ada tantangan tersendiri bagi remaja untuk ikut melibatkan diri demi sebuah keeksistensian dalam tren dan terkadang tidak mempertimbangkan dampak yang akan mereka dapatkan.
“Salah satu dampaknya adalah gangguan perilaku, itulah kenapa kami ingin meneliti mengenai pengaruh kecanduan game mobile legend terhadap tingkat agresifitas siswa di SMP Negeri 25 Makassar,” tambahnya.
Sementara itu, mentor kelompok, Humairah mengatakan, mereka telah melakukan observasi di SMP Negeri 25 Makassar. Pemilihan tempat ini dikarnakan di SMPN 25 Makassar telah mengadakan Lomba Mobile Legends.
“Penelitian ini menjadi unik, karena salah satu guru disana yang selaku Pembina OSIS, mengatakan bahwa kebanyakan siswa yang sedang memainkan game Mobile Legends cenderung melakukan tindakan pukulan meja dan bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar, maka dari itu penelitian ini anak menjadi menarik,” kata Humairah.
Penelitianpun akan mereka lakukan usai Seminar Proposal ini. Hasilnya akan kembali di seminarkan pada 21 April mendatang. (nugroho)
