Site icon Berita Kota Makassar

Untuk Para Dermawan, Penderita Kanker Ganas Ini Butuh Anda

LUWU, BKM — Rina Sindau terlihat pasrah. Ibu 45 tahun itu hanya bisa melihat anaknya Nasriel Yunus terbaring di tempat tidur, dalam kamar berukuran 3×4 meter.
Sesekali, sang ibu mengusap kepala anak laki-lakinya yang beranjak remaja itu. Rintihan kesakitan pun kerap terdengar. Nasriel yang kini memasuki usia 15 tahun menderita kanker ganas di matanya. Deritanya sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir.
Nasriel adalah putra kedua dari lima bersaudara pasangan suami istri Yunus dan Rina Sindau. Keluarga ini tinggal di Desa Mario, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu.
Lahir di Desa Mario, 4 Desember 2002, Nasriel kecil tumbuh sebagai anak yang periang dan menggemaskan. Namun takdir berkata lain.
Setelah tamat di SDN 61 Mario, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Mario. Kala itu tahun 2015, petaka bermula.
Ketika tengah asyik bermain dengan temannya di kelas, Nasriel terpeleset. Bagian wajahnya, tepatnya hidung terbentur pada meja belajar.
Awalnya, benturan itu dianggap biasa saja karena tidak ada keluhan dari Nasriel. Namun lambat laun muncul benjolan di bagian muka. Dari hari ke hari ukurannya kian membesar.
Kondisi yang tak biasa itu baru disadari beberapa bulan setelah kejadian. Waktu itu Nasriel menginap di rumah neneknya.
Kedua orang tuanya lalu membawanya ke puskesmas guna menjalani pemeriksaan. Selanjutnya dirujuk ke RSUD Palopo. Beberapa dokter ahli menanganinya di tempat ini. Mulai dari ahli THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan) hingga ahli mata. Ternyata, Nasriel mengidap penyakit kanker.
Sang ayah yang hanya bekerja sebagai petani penggarap dan kuli pembuatan batu bata, dengan sekuat tenaga berusaha memberikan pengobatan bagi putra tercintanya. Bukannya mendapat kesembuhan, kanker yang ada di bagian hidung dan mata anaknya malah semakin parah dan terus membesar.
Akhirnya, keluarga ini mengambil keputusan. Dengan terpaksa, Nasriel Yunus diberhentikan dari bangku SMP dengan tujuan fokus berobat kemoterapi.
”Kami sudah beberapa kali membawanya berobat. Bahkan sampai ke RS Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Pak. Tapi kondisinya masih seperti sekarang. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kanker yang dideritanya tak kunjung sembuh. Bahkan semakin membesar,” ujar Rina Sindau sambil mengusap air matanya, Senin (2/4).
Kanker yang diderita Nasriel betul-betul telah merenggut keceriaannya. Selain harus berhenti bersekolah, ia juga tidak lagi bisa bermain dengan sebayanya. Yang lebih memilukan,karena penyakitnya itu membuat ia tidak bisa melihat. Matanya yang sebelah kiri telah diangkat.
Kanker sebesar kelapa hibrida di wajahnya membuat mata sebelah kanannya tidak bisa melihat. Kondisi itu menyulitkan Nasriel untuk bernafas dan memasukkan makanan ke mulutnya. Diapun hanya bisa terbaring di tempat tidur.
Didampingi Ny Enceng, istri Kepala Desa Mario yang juga Ketua Tim Penggerak PKK setempat, Rina Sindau mengaku khawatir dengan kondisi putranya saat ini. Disamping keterbatasan ekonomi, ia juga mesti mengurus anak-anaknya yang lain.
“Ini sudah yang ketiga kalinya kemoterapi, Pak. Terakhir pengobatan itu dilakukan September 2017. Saat ini dokter meminta pengobatan serupa, tetapi saya kasihan anak saya merintih kesakitan. Saat ini kami hanya bisa pasrah dan berdoa. Semoga ada keajaiban dan penyakit anak kami dapat disembuhkan,” imbuh Rina.
Sejumlah pihak mulai bersimpati atas apa yang diderita Nasriel Yunus. Apalagi setelah kondisi remaja ini tersebar dan viral melalu jejaring media sosial.
“Alhamdulillah, sudah ada yang peduli. Bahkan Pak Kapolsek juga menelepon kami. Terima kasih semuanya atas kepedulian untuk anak saya. Semoga anak saya bisa disembuhkan. Semuanya kami kembalikan kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Rina lirih.
Kepala Desa Mario Tasbih, mengatakan kedua orang tua Nasriel sudah berupaya sekuat tenaga memberikan pengobatan demi kesembuhan anaknya. Selain membawanya berobat hingga ke Makassar, pengobatan alternatif juga telah dilakukan.
”Kami ikut mendoakan semoga Nasriel bisa sembuh, dan kedua orang tuanya tetap tegar menghadapi penyakit yang diderita putranya,” tandas Tasbih.
Untuk para dermawan, uluran tangan anda sangat dinantikan oleh Nasriel dan orang tuanya. (wan/rus/b)

Exit mobile version