MAKASSAR, BKM– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) mulai berlangsung Senin (2/4). Sebanyak 410 SMK ikut ujian dengan rincian 306 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 104 sekolah mengikuti ujian di sekolah lain.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Setiawan Aswad menjelaskan, hari pertama pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMK baik negeri maupun swasta, pada umumnya berjalan lancar kendati ada beberapa sekolah yang mengalami hambatan. Materi yang diujikan pada hari pertama UNBK adalah Bahasa Indonesia. Peserta ujian dibagi tiga sesi karena terbatasnya komputer maupun laptop yang disiapkan.
Sekretaris Panitia Pelaksana UNBK, Firdausi Topuriti menjelaskan, di hari pertama, ada sejumlah masalah ditemukan.
Diantaranya, terjadi pemadaman listrik di wilayah Abdullah Dg Sirua yang mengganggu aktivitas ujian di dua sekolah yang berlokasi di kawasan tersebut, yakni SMK Wahyu dan SMK Mandiri. Namun beruntung pihak PLN cepat tanggap menyiapkan genset untuk kedua sekolah tersebut sehingga ujian dapat dilaksanakan.
Persoalan lain ditemukan di SMK Nurkarya Tidung. Di sana, ada sedikit kesalahan pada virtual hard disk (VHD) karena persoalan virus sehingga bermasalah pada akses sinkronisasi. “Jadi penyebabnya karena terkena virus, ” ungkap Firdausi, Senin (2/4).
Masalah ketiga, lanjut dia, terjadi di SMK Muhammadiyah Bontoala Makassar. Server pada ruang dua dan empat di sekolah tersebut terkoneksi dalam satu jaringan sehingga ID peserta terbaca ganda yang seharusnya terpisah.
“Makanya dilakukan unlock sinkron,” ungkapnya.
Persoalan lain ditemukan di SMKN 2 Bulukumba. Saat login, peserta disebut telah selesai mengikuti tes padahal peserta belum mengerjakan soal sama sekali. Selain itu, nama siswa tidak muncul. Persoalan itu terjadi setelah pemadaman listrik di area sekolah tersebut. Sehingga solusi yang diberikan, siswa yang bersangkutan akan ikut pada ujian susulan.
“Jadi, ketika ada persoalan ditemukan saat pelaksanaan UNBK, dan siswa tidak bisa ikut ujian sampai sesi atau waktu lewat, maka akan diikutkan ke ujian susulan, ” jelasnya.
Menurut rencana, jadwal ujian susulan akan berlangsung 17-18 April mendatang.
Sementara itu, dari pantauan BKM, pelaksanaan UNMK di SMK Negeri 8 di Jalan Monginsidi berjalan lancar. Para peserta UNBK terlihat tenang dalam menyelesaikan setiap soal yang tertera dalam monitor komputer.
“Alhamdulillah semua soal saya bisa jawab di hari pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia,” jelas Rina salah seorang siswa.
Ia juga mengatakan, jaringan internet pun aman terkendali jadi tidak ada masalah yang muncul. (rhm)
