Site icon Berita Kota Makassar

Usai Buka MTQ, Alirkan Air Bendung Baliase

MAKASSAR, BKM — Tak pernah berhenti bekerja hingga akhir masa jabatan. Prinsip itu dipegang oleh Syahrul Yasin Limpo, yang pada 8 April mendatang akan lengser dari jabatannya sebagai gubernur Sulsel dua periode.
Jika biasanya pejabat ada yang tidak lagi bersemangat ketika akan pensiun, tidak demikian dengan SYL. Setiap waktu tersisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi kontribusi bagi Sulsel.
Usai membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi di Kabupaten Luwu Timur, Minggu (1/4) malam, Syahrul melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Utara pada hari Senin (2/4). Bertempat di Kecamatan Masamba, dia melakukan soft launching pemanfaatan Bendung Baliase.
Didampingi Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS) T Iskandar, Syahrul mengalirkan air pertama kalinya dari Bendungan Baliase ke saluran-saluran irigasi yang ada.
Bendung Baliase merupakan salah satu dari empat proyek besar infrastruktur pengarian yang dibangun di Sulsel. Tiga bendungan lainnya adalah Bendungan Karangloe di Jeneponto, Bendung Passelloreng di Wajo dan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.
Bendung Baliase beserta jaringan irigasinya dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Akan diselesaikan secara keseluruhan hingga tahun 2019-2020. Bendungan ini melayani areal persawahan seluas 18.000 hektare lebih dan akan meningkatkan intensitas tanaman pertanian dari 100 persen menjadi 245 persen.
Selain itu, kehadiran Bendungan Baliase juga untuk mengurangi debit banjir sekitar Sungai Baliase. Sasaran lainnya untuk rencana pola penanaman padi-palawija yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Bendungan ini juga akan menjadi salah satu obyek wisata daerah dan menjadi ikon Kabupaten Luwu Utara, karena merupakan satu-satunya bendung di Indonesia yang berada di sekitar ibu kota kabupaten.
Gubernur Sulsel SYL menyampaikan, walaupun pembangunan secara keseluruhan belum rampung, namun akan menjadi sejarah bagi warga Lutra dan Sulsel.
“Hari ini, walaupun belum sempurna, ini adalah hari bersejarah bagi warga Lutra. Dan dari air ini dipastikan Lutra, Insyaallah kita pastikan lebih baik. Ini ada karena upaya serius dan keras yang kita lakukan,” sebut SYL.
Untuk diketahui, konstruksi bendung ini telah selesai 100 persen. Namun bangunan intake (bangunan penyadap air) dengan jalur distribusi belum rampung, dan diharapkan selesai pada tahun 2019.
Gubernur menjelaskan, bendungan Baliase ini unik, karena satu-satunya bendung yang menyatu dengan ibu kota kabupaten.
SYL menjelaskan, dengan hadirnya bendungan ini, maka paling sedikit akan dilakukan panen oleh warga sekitar lima kali dalam dua tahun.
Jika terbangun sempurna dengan persawahan sekitar 20 ribu hektare, maka diperkirakan akan menghasilan produksi senilan Rp1,7 triliun dalam setahun. Satu hektare bisa menghasilan Rp75 juta dalam setahun. (rhm/rus)

Exit mobile version