SEMUA pegawai honorer pasti mencita-citakan dan memimpikan bisa terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk Filianita. Sudah 11 tahun perempuan kelahiran Ujung Pandang, 29 Januari 1988 mengabdikan dirinya di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar sebagai pegawai honor.
Laporan: ARIF AL QADRY
Lia, begitulah panggilan karib dari rekan rekan kerjanya. Sejak awal terdaftar sebagai pegawai honor Pemerintah Kota Makassar, Lia sudah mengisi bagian Tata Usaha di kantor Diskominfo Makassar. Tugas-tugasnya pada saat itu di 2008 adalah menginput dan menjadwalkan agenda kegiatan acara Kepala Diskominfo Kota Makassar sesuai surat undangan yang masuk.
Pekerjaan menyusun jadwal kegiatan Kepala Diskominfo Makassar dilakukan cukup lama hingga dipindahkan lagi di Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. Dengan upah yang diterima setiap bulan sebesar Rp500.000.
“Tidak terasa juga sudah sebelas tahun menjadi pegawai honor. Tidak terasa karena senior dan teman-teman baik, saling dukung, menghibur dan membantu. Suasana itulah yang membuat saya bertahan meski gaji bulanan sering telat dibayarkan,” akunya.
Beruntung bagi Lia punya suami yang sudah memiliki penghasilan tetap dan sudah berstatus sebagai PNS di Diskominfo Makassar. Ketika gaji bulanan terlambat di bayar, maka suaminya yang membantunya memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Tetap saya berharap nantinya bisa terangkat menjadi PNS. Dan saya rasa ini bukan harapan saya saja, tetapi mungkin menjadi harapan bagi pegawai honor lainnya yang telah lama mengabdi. Karena menjadi PNS adalah untuk mengabdikan diri, ilmu dan tenaga untuk negara dan masyarakat,” tukasnya.
Pada tahun 2008 lalu ia sudah mempersiapkan diri ikut pada wisuda diploma di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Tidak ingin ilmu akademiknya yang diterima selama di perguruan tinggi disia-siakan, sebelum selesai Lia memilih membuat surat lamaran kerja dan menyebar di sejumlah perusahaan, di Pemerintah Kota Makassar.
“Saya masukan surat permohonan kerja di BKD Makassar karena saya mau mengikuti jejak ke dua orang tua saya. Di mana ibu adalah guru, dan bapak staf di kantor Balai Kota Makassar dulu. Selain di pemerintahan, sebenarnya saya juga masukan lamaran kerja di beberapa perusahaan sewaktu mau ikut wisuda,” ujarnya.
Cukup lama bagi Lia mendapat respon dan panggilan dari BKD. Selang waktu enam bulan usai memasukkan surat permohonannya, ia baru mendapatkan panggilan masuk dan menerima SK penempatan di Dinas Informatika dan Komunikasi Makassar yang sekarang berubah jadi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar.
SK yang diterima membuat perasaannya tentu senang dan bersyukur. Tidak lupa pula ia menghaturkan terima kasih kepada dua orang tuanya yang hadir memberikan dukungan dan berusaha menyekolahkannya di perguruan tinggi.
“Setelah dapat SK honor, hari itu juga langsung bekerja. Awal masuk saya ditempatkan di bagian Tata Usaha dan namanya dulu bukan Diskominfo Makassar, tetapi Dinas Informatika dan Komunikasi,” ingatnya.
Ketika bekerja di bagian tata usaha, Lia belum menikah. Dan memang di saat itu juga masih fokus untuk mengejar kariernya. Sehingga dirinya hanya bekerja dan bekerja terus dengan baik. “Saya kerja ikhlas saja tak usah membantah pimpinan. Soal honor yang diterima dicukupkan saja, meskipun kurang dalam memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.
Berselang beberapa tahun, ternyata ada sosok lelaki yang juga adalah rekan kerjanya di bagian tata usaha diam diam memiliki perasaan suka dengannya. Adalah Pria Jatiwibawa. Lelaki yang dulu hanyalah teman main di kantor tanpa disangka sekarang menjadi suaminya.
Awalnya, Pria Jatiwibawa mengungkapkan perasaannya ke Lia. Di mana Pria Jatiwibawa menyampaikan jika ingin melamar dan mengajaknya menikah. Sontak Lia yang mendengar ungkapan hati dan niat baik Pria Jatiwibawa mulanya tidak percaya, bahkan menganggapnya hanya candaan saja.
“Saya tidak percaya awalnya kalau suamiku itu dulu serius dan mau lamarka. Karena memang awalnya tidak ada pacaran, dan perasaan. Jadi saya balasnya silakan maki datang ke rumah bicara dengan orang tua,” jelasnya.
Seminggu usai memberikan respon baik, Pria Jatiwibawa akhirnya datang ke rumah Lia. Untuk membuktikan niat baik dan keseriusannya. Lia yang melihat tamu di dalam rumahnya yang adalah Pria Jatiwibawa cukup kaget dan bercampur senang.
“Saya langsung masuk ke kamar dengan rasa senang dan bersyukur akhirnya mau dinikahi. Almhamdulillah di 2011 nikah, sekarang sudah punya anak satu usia tiga tahun dengan nama Jayanti Larasati Utari Wibowo,” tambahnya. (arf)
