Site icon Berita Kota Makassar

Hari Kedua UNBK Tetap Bermasalah

MAKASSAR, BKM– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua pada umumnya berjalan lancar. Namun di sejumlah sekolah, terjadi kerusakan server akibat virus.
Help Desk atau operator di Disdik Sulsel, Tasrik menjelaskan sejumlah sekolah melaporkan jika terjadi kerusakan server akibat virus. Seperti yang terjadi di salah satu SMK Sinjai, SMKN 7 Luwu, dan SMKN 3 Bantaeng.
“Persoalan hari kedua masih seputar server yang bersoal karena terinveksi virus, ” ungkap Tasrik, Selasa (3/4).
Namun, jelasnya, pihak sekolah cepat mengantisipasi dengan mengganti server cadangan. Sementara server utama yang ada langsung diperbaiki.
Lebih jauh dikemukakan, karena server bersoal, ada dua siswa yang terpaksa batal mengikuti ujian dan direncanakan ikut pada ujian susulan.
Siswa tersebut berasal dari salah satu SMK di Bulukumba dan SMK di Pinrang.
“Karena server bersoal, diganti dengan server cadangan. Namun saat dioperasikan, ada laporan kalau siswa yang bersangkutan sudah mengikuti ujian. Padahal sama sekali belum ada soal yang dikerjakan, ” ungkap Tasrik.
Sejauh ini, Disdik terus melakukan rekapitulasi jumlah siswa yang tidak mengikuti ujian. Untuk hari pertama, siswa yang tidak ikut sebanyak 814 orang. Namun sayang, pada laporan berita acara tidak disebutkan alasan para siswa tersebut tidak mengikuti ujian.
Sekretaris Panitia Pelaksana UNBK, Firdausi Topuriti menjelaskan, seharusnya total siswa SMK baik negeri maupun swasta yang mengikuti UNBK sebanyak 39985 orang. Sebanyak 410 SMK ikut ujian dengan rincian 306 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 104 sekolah mengikuti ujian di sekolah lain.
Diketahui, sebanyak 410 SMK ikut ujian dengan rincian 306 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 104 sekolah mengikuti ujian di sekolah lain.
Di hari pertama UNBK, terjadi pemadaman listrik di wilayah Abdullah Dg Sirua yang mengganggu aktivitas ujian di dua sekolah yang berlokasi di kawasan tersebut, yakni SMK Wahyu dan SMK Mandiri. Namun beruntung pihak PLN cepat tanggap menyiapkan genset untuk kedua sekolah tersebut sehingga ujian dapat dilaksanakan.
Persoalan lain ditemukan di SMK Nurkarya Tidung. Di sana, ada sedikit kesalahan pada virtual hard disk (VHD) karena persoalan virus sehingga bermasalah pada akses sinkronisasi.
Masalah ketiga, lanjut dia, terjadi di SMK Muhammadiyah Bontoala Makassar. Server pada ruang dua dan empat di sekolah tersebut terkoneksi dalam satu jaringan sehingga ID peserta terbaca ganda yang seharusnya terpisah.
Menurut rencana, jadwal ujian susulan akan berlangsung 17-18 April mendatang. (rhm)

Exit mobile version