TAKALAR, BKM–Mega proyek Bendungan Pammukulu ydi ujung Timur Kabupaten Takalar, tepatnya di Desa Kale Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara yang dibangun oleh pihak ketiga (rekanan) mulai mendapat protes warga dari tiga dusun yang akan ditenggelamkan. Mereka melakukan protes dengan mengadu ke DPRD Takalar.
Protes mereka tempuh, lantaran pembangunan mega proyek yang menelan dana APBN senilai 1, 2 triliun itu mulai bergerak tanpa ada pihak yang telah melakukan pembebasan lahan warga.
“Warga dari tiga dusun di Desa Kale Komara mengadu keDPRD Takalar sekaitan pembangunan bendungan Pammukulu yang mereka (warga) mengetahui sudah ada kegiatan, tetapi lahan atau lokasi bendungan yang akan ditenggelamkan belum dibebaskan,”‘Kata H Basri Timung anggota Komisi I DPRD Takalar, Selasa Sore, (3/4).
Hal senada juga dikatakan oleh Politisi PKS, Sulaiman Rate. Dia menjelaskan bahwa kedatangan warga Desa Kale Ko’ mara adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan bendungan Pammukulu yang telah berlangsung.
“Warga melihat adanya kegiatan pelaksana proyek di lapangan. Sementara mereka belum dibayarkan pembebasan lahan,” kata Sulaiman Rate yang juga Ketua Fraksi PKS Takalar
Sulaiman yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Takalar menegaskan, DPRD tidak ingin membiarkan persoalan ini berlarut sehingga berdampak pada hal hal yang negatif.
“Kami akan panggil Badan Pertanahan Nasional (BPN) sekaitan pembebasan lahan, karena data yang kami tahu baru ada 62 sertifikat yang siap bayar, sementara ada 151 pemilik yang masih belum jelas, masalah ini harus segera diselesaikan,” Urai Sulaiman. (ari Irawan)
