Site icon Berita Kota Makassar

Racik Cendol Kekinian Pakai Toping dan Aneka Rasa

SEJAK suaminya berpulang, Hj Marni nyaris tak memiliki kesibukan sama sekali. Bahkan ketika di rumahnya sendiri. Sadar jika hidup mesti berlanjut, ia pun mulai menggeluti dunia usaha untuk membiayai anak-anaknya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

KULINER khas cendol yang dijual Hj Marni kini bisa dikata cukup sukses. Banyaknya tantangan yang dihadapi di awal memulai usaha telah berbuah hasil.
Ide membuka usaha cendol ini sebenarnya datang dari anak pertamanya bernama Marisa. Karena di mulanya, Hj Marni sempat memandang sebelah mata pekerjaan seperti ini. Namun, Marisa terus meyakinkan ibunya bahwa bisnis cendol cukup menjanjikan.
Hj Marni benar-benar memperhatikan Marisa kala ia pertama kali berjualan cendol di kawasan Pecinan Jalan Bali. Ada perasaan ‘aneh’ ketika sang anak mencoba berjualan cendol di malam hari.
“Aneh saja, adakah orang mau beli cendol malam-malam? Tapi itu anak saya terus nabujukka,” kenangnya.
Namanya pertama kali berusaha, cendol yang dijajakannya tak langsung laku. Hj Marni terus memperhatikan Marisa yang terlihat begitu gigih berjualan.
Ia akhirnya tergugah dan turut mencoba pula. Karena campur tangannyalah, cendol yang ia racik laku keras hingga saat ini.
Walaupun anaknya yang pertama kali menjual cendol, namun yang ia jual adalah hasil buatan tangan Hj Marni. Dia merasa percaya diri bahwa cendol buatannya berbeda dari yang lain.
Memang, cendol hasil racikan Hj Marni lain dari biasanya. Ia membuatnya dari tepung beras dan menggunakan pandan asli. Tidak ada campuran bahan lainnya. Apalagi pengawet. Teksturnya kenyal dan tak hancur ketika diaduk.
Cendol yang dijualnya ditawarkan dengan harga terjangkau. Dikemas cukup rapi, satu gelasnya dijual Rp10 ribu.
Selain menjual langsung di kiosnya dan secara daring, ternyata Hj Marni juga kerap mendapat pesanan. Pengorder biasanya berasal dari berbagai instansi ketika hendak menggelar acara.
“Iya, banyak biasa yang order. Banyak yang dari bank. Tidak bisa saya sebut satu-satu,” ujarnya sambil sedikit tertawa.
Cendol yang dipasarkannya kini masih standar. Untuk lebih menjaring konsumen yang lebih banyak lagi, Hj Marni berencana meracik cendol dengan aneka rasa.
“Nanti kita mau buat cendol kekinian, yang pakai toping. Ada juga cendol tape, cendol nangka, dan lainnya. Kita rencanakan ini tidak lama lagi. Sekarang masih kita coba racik. Kalau sesuai rasa, baru kita pasarkan,” jelasnya.
Hj Marni pun merasa nyaman dengan usaha yang dilakoninya kini. Perjalannya sudah normal dan nyaris tak ada kendala berarti yang berpotensi merugikan usahanya. Karenanya, ia berharap berharap ke depan usahanya kian sukses.
“Semoga makin sukses, tambah banyak cabangnya. Itu saja,” kuncinya. (*/rus/b)

Exit mobile version