MAKASSAR, BKM — Penyitaan aset milik bos Abu Tours kembali dilakukan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel. Ada dua jenis barang yang disita oleh polisi di Jakarta, Rabu petang (4/4).
Masing-masing sebuah rumah mewah berlantai dua di Jalan Bukit Cinere, Perumahan Kartika Residence Blok A nomor7, Kelurahan Cinere, Depok. Serta satu unit mobil Toyota Alphard tipe Velfire berwarna putih dengan nomor plat B 1521 ZKH. Kendaraan roda empat yang masih mulus itu terparkir di dalam garasi rumah. Jika dikalkulasi, nilai kedua aset ini ditaksir mencapai Rp8,2 miliar.
”Hari ini (kemarin) pukul 17.00 WIB, penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel telah melakukan penyitaan rumah tersangka CEO Abu Tour di Jakarta. Nilainya ditaksir Rp7 miliar. Sementara mobil yang disita harganya sekitar Rp1,2 miliar,” ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, tadi malam.
Bersamaan dengan penyitaan itu, tim juga melakukan penggeledahan di dalam rumah guna menemukan barang-barang berharga untuk disita dan dijadikan barang bukti dalam kasus ini.
Sebelumnya, aset yang telah disita penyidik sudah ada sekitar Rp100 miliar. Ditambah lagi Rp8,2 miliar. Jumlah tersebut masih jauh dari total dana calon jamaah umrah yang diduga digelapkan, yakni Rp1,8 triliun.
Minta Istri Hamzah Ditahan
Rabu siang kemarin, puluhan orang yang tergabung dalam Masyarakat Anti Penipuan Umrah melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan. Mereka mendesak agar penyidik mengusut tuntas kasus travel Abu Tours.
Juhardi Joe dalam orasinya, menyatakan mendukung penyidik Polda Sulsel yang serius menangani kasus ini. Sebab jumlah korban yang mencapai 86.720 merupakan angka yang cukup besar. Bahkan menjadi trending topik.
Selain itu, massa meminta polisi untuk menahan istri bos Abu Tours Hamzah Mamba yang diduga kuat turut menikmati uang hasil penipuan. ”Kami menduga dia turun menikmati uang hasil penipuan. Karenanya, penyidik juga harus memprosesnya,” ujar Juhardi Joe.
Pengunjuk rasa kemudian diterima pihak Ditkrimsus Polda Sulsel Kompol Abdul Latif didampingi AKP Yulianus Tedang. Ia menjelaskan, pihaknya tengah memproses kasus ini dengan melakukan pengembangan.
”Kami minta agar diberikan data-data terkait aset yang dimiliki Abu Tours,” ujarnya. (mat-ish/rus)
