GOWA, BKM — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) telah usai, Kamis (5/4). Sayang penyakit ‘nakal’ para siswa kembali muncul usai menguras otak menjawab dengan melakukan konvoi dan ugal-ugalan di jalanan.
Eforia usai ujian ini kembali meresahkan sejumlah pengguna jalan khususnya di jalur lintasan umum depan kantor Bupati Gowa dan sejumlah jalur ramai lainnya di Sungguminasa.
“Kenapa siswa kembali konvoi begini. Saya kira sudah dilarangmi. Deh…bikin was-waski bela mengendarai motor takutki diserempet,” kata Roswiah, salah seorang pengguna jalan di Jl Masjid Raya, Sungguminasa.
Terkait aksi konvoi ini, Kepala UPT SMA/SMK Gowa Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Ernawati yang dikonfirmasi via WhatsApp, pukul 14.30 Wita mengatakan sejak tahun lalu pihak UPT bersama seluruh kepala sekolah sudah berusaha mengantisipasi dengan berbagai cara.
“Salah satunya yakni dengan cara
mengeluarkan larangan keras dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani orangtua siswa agar anaknya tidak melakukan konvoi setelah ujian. Cara lainnya yang telah kami lakukan saat ini yakni memberikan pemahaman dan budaya taat melalui deklarasi siswa untuk tidak melakukan aksi coret dan konvoi setelah ujian,” jelas Andi Ernawati.
Sementara itu Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat dikonfirmasi tentang tindakan mengatasi aksi konvoi siswa mengatakan, Polres Gowa tidak bisa membiarkan anak-anak berkonvoi pasca ujian. Satlantas akan merazia kelompok-kelompok siswa pelaku konvoi usai ujian.
“Soal ini kami sudah sosialisasikan bahkan menjadikan sebagai imbauan dan penegasan kepada para siswa di sekolah termasuk penyampaian kepada kepala sekolah agar tidak ada lagi siswa berkonvoi pasca ujian. Saya juga sudah instruksikan PJU untuk aktif mengimbau ke sekolah apalagi masih ada beberapa sesi ujian siswa ke depan ini seperti UNBK siswa SMA maupun UN siswa SMP,” kata Shinto. (saribulan)
