MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka acara Learning Event Program Biru di Hotel Clarion Makassar, Rabu (4/4).
Acara ini terselenggara atas kerjasama Pemprov Sulsel dan Hivos bertema, “Energi Terbarukan untuk Kesejahteraan”.
Dalam kegiatan itu terungkap jika biogas atau bahan bakar yang bersumber dari kotoran hewan sangat berpotensi dikembangkan di Sulsel. Apalagi selama ini, Sulsel dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah produksi ternak yang cukup besar.
Menurut Robert de Groot, Koordinator Green Energy Hivos South East Asia (Asia Tenggara), potensi pengguna biogas di Sulsel sebanyak 600 ribu. Bahan baku biogas bisa diperoleh dari dua juta ekor ternak di Sulsel.
Menurutnya, salah satu program yang telah di jalankan di Sulsel diantaranya, pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Pangkep mengembangkan proyek energi alternatif biogas. Sebanyak 114 lokasi di Pangkep sudah mulai menggunakan biogas sebagai pengganti elpiji.
Bersama Hivos, program Biogas Rumah Biru Sulawesi Selatan sudah berlangsung sejak lima tahun lalu.
“Tujuan membangun sektor biogas di Indonesia adalah diharapkan jadi pemicu munculnya energi terbarukan lainnya,” kata Robert de Groot Koordinator Green Energy Hivos South East Asia (Asia Tenggara).
Hivos sendiri didirikan pada tahun 1968. Merupakan organisasi pembangunan nirlaba non pemerintah yang terinspirasi oleh nilai-nilai humanis.
Hivos memulai program untuk akses terhadap energi di negara-negara berkembang pada tahun 2005. Program energi berfokus pada produksi desentralisasi bio-diesel, listrik micro-hydro, konstruksi kompor yang berenergi efisien dan pemasaraan kredit pengurangan emisi dari Program Nasional Biodigester Kamboja melalui Dana Kompensasi Iklim Hivos.
Sulsel menjadi aktor penting pengembangan biogas di Indonesia, serta pengembangan energi terbarukan lainnya.
Gubernur Sulsel SYL mengatakan, energi alternatif termasuk biogas adalah energi yang dibutuhkan Indonesia ke depan.
“Ini sesuatu yang dibutuhkan oleh rakyat, negeri ini, hari besok harus lebih baik. Biogas menjadi kebutuhan dunia dan kebutuhan bangsa Indonesia dan Sulsel, kebutuhan rakyat yang ada,” sebutnya.
Salah satu harapan pemerintah adalah menghadirkan listrik atau energi yang murah, bahkan dengan program pemerintah bisa gratis.
“Besok listrik ini lebih murah, kalau perlu tidak perlu bayar dan lingkungan kita tidak rusak,” ujarnya.
Ia berharap agar konsep ini dapat diterapkan secara nasional. (rhm)
Sulsel Berpotensi Kembangkan Biogas dari Kotoran Hewan
