MAKASSAR, BKM — Hasil seleksi calon komisioner KPU Sulsel telah diumumkan. Sebanyak 14 calon dinyatakan terpilih dari hasil tes kesehatan dan wawancara yang sebelumnya telah dilalui para calon.
Ketua Timsel KPU Sulsel Basti Tetteng mengatakan, penentuan kali ini berdasarkan skoring dari semua hasil tes yang dilalui para peserta. Bukan hanya skoring dari hasil tes kesehatan dan wawancara saja, namun rangkaian tes sebelumnya juga masuk akumulasi penilaian.
“Hasil ini berdasarkan skoring yang dilakukan semua tes, mulai dari CAT, psikologi, sampai wawancara dan tes kesehatan. Semua itu diakumulasi,” kata Basti.
Selain skoring hasil tes, timsel juga mempertimbangkan beberapa aspek dalam pemilihan 14 orang ini. Salah satunya adalah para calon harus memiliki kemampuan bekerja sama dengan komisioner lainnya. Indikator bisa bekerja sama ini pun, dikatakan Basti, bisa dilihat dari tes psikologi mereka. Juga berbagai tes lainnya.
Selain memiliki kemampuan bekerja sama, Timsel juga mempertimbangkan berbagai masukan dari masyarakat. Di mana masyarakat bisa menilai langsung para calon komisioner KPU Sulsel ini.
“Tentu kami juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Itu salah satu pertimbangan juga yang kami bisa ambil dari para calon,” tambahnya.
Basti meyakini 14 calon ini memiliki kemampuan menjadi Komisioner KPU Sulsel. “Kemungkinan tidak semua puas dengan keputusan ini. Tapi itulah yang bisa kami capai. Kami telah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku. Semoga para calon ini pun bisa menunjukkan kemampuannya,” ucap Basti.
Sekretaris Timsel KPU Sulsel Nur Fadillah, mengatakan jika 14 calon ini nantinya yang akan diserahkan kepada KPU RI. Kemudian KPU RI lah yang menentukan tujuh komisioner KPU Sulsel yang baru. Dalam penentuan tujuh orang nantinya, Timsel sudah tak memiliki kewenangan.
Berkas para calon dikirim hari ini, Kamis (5/4), dan dijadwalkan telah diterima oleh KPU RI pada Jumat pagi (6/4). Setelah melaporkan berkas 14 calon ini, maka tugas timsel KPU telah selesai.
“Alhamdulillah, setelah melaporkan peserta 14 orang ini, tugas kami selesai,” ucap Nur Fadillah.
Salah satu calon komisioner yang tidak lolos 14 besar Khaerul Mannan, mempertanyakan keputusan timsel yang tak meloloskan dirinya. Pria yang saat ini menjabat sebagai komisioner KPU Sulsel ini, mengatakan keputusan semestinya transparan.
“Timsel harusnya menyampaikan kepada saya mengapa sampai tak lolos. Format yang digunakan timsel dalam penentuan calon anggota KPU harus jelas. Komisioner ini kan persoalan kompetensi, pengalaman, bukan unsur lainnya. Apalagi kalau ada titipan dan sebagainya,” tegas Khaerul.
Namun demikian, Khaerul mengatakan jika dirinya tetap menerima dan menghargai keputusan timsel. Ia hanya meminta jika sebaiknya timsel lebih transparan lagi, supaya publik tidak bertanya-tanya. “Saya cuma minta ditransparankan. Sebaiknya begitu, supaya publik tidak bertanya-tanya,” tutupnya. (nug/rus/b)
Tak Lolos 14 Besar, Khaerul: Timsel Mestinya Transparan
