Site icon Berita Kota Makassar

Cegah Bencana, BPBD Enrekang Bentuk Sekolah SSB

 

ENREKANG,BKM–Pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang, tidak lagi terfokus pada siswa-siswi yang duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Tapi, mulai tahun 2018 ini, pembentukan SSB sudah dilakukan di sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Enrekang, Benny Manjsur saat membawakan materi pada acara pembinaan SSB di SMP 1 Enrekang,kemarin.

Ia mengatakan,pendidikan kebencanaan sudah harus ditanamkan kepada siswa-siswi sejak dini,”Bukan hanya siswa SMA saja tapi juga kepada siswa yang masih duduk di bangku SLTP,”jelas Benny Manjsur saat memberikan pembinaan kepada pengurus SSB SMP 1 Enrekang.

Bahkan,Benny Mansjur mengharapkan agar pendidikan kebencanaan sudah harus dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah,”Tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan tentang kebencanaan sudah harus mulai diberikan kepada anak didik kita,agar mereka paham dan tau bagaimana meminimalisir terjadinya bencana. Mereka juga sudah dapat menghindari jika tiba-tiba terjadi bencana,”lanjut Benny Manjsur

Setidaknya,lanjut Benny Manjsur, para siswa dapat mengamalkan di lingkungan rumahnya bagaimana cara mencegah terjadinya Bencana,”Contoh kecil saja, tidak membuang sampah di sungai atau di saluran-saluran air agar tidak terjadi banjir,”sebut Benny.

Oleh karena itu,maka BPBD Kabupaten Enrekang aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi-sosialisasi ke sekolah-sekolah.Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2013. Namun kegiatannya baru sebatas sosialisasi. Baru pada tahun 2016 BPBD Kabupaten Enrekang sudah mulai membentuk sekolah siaga bencana. Hingga tahun 2018, sudah ada delapan SSB yang sudah dibentuk,”Rencananya kita akan membentuk SSB diseluruh SLTA dan SLTP yang ada di Kabupaten Enrekang,” harap Benny Manjsur. (suherman)

Exit mobile version