MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar terus mengupayakan untuk mempertahankan kestabilan harga bahan pokok atau sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Bulan Suci Ramadan.
Pemkot Makassar bahkan mewanti-wanti tidak ada distributor atau pedagang menimbun barang. Aparat penegak hukum juga telah turun lakukan pemantauan aktivitas pasar.
“Polisi sigap melakukan pemantauan pelaku-pelaku yang mencoba bermain menimbun barang. Penimbunan barang bisa dipidana. Dan semua nomor kontak sudah ada mulai dari distributor dan agen itu semuanya sudah ada,” tegas Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, kepada BKM, Jumat (6/4).
Apa yang disampaikan Deng Ical sapaan akrab wali kota, setelah menyikapi adanya kenaikan harga cabai dengan kisaran rata-rata Rp35.000 hingga Rp45.000 per kg.
“Harga cabai juga belum bisa disebut naik, karena harga naik baru bisa disebut kalau sudah bertahan satu minggu. Sementara harga cabai ini baru terjadi dua hari,” tandasnya.
Lebih jauh kata Ical, pesta demokrasi lima tahunan juga dinilai dapat mempengaruhi peningkatan harga komoditi di kota Makassar.Bahkan Ical menyebut dimana ada tahun politik dapat berimplikasi terhadap naiknya harga komoditi. Meski terjadi kenaikan harga ketersediaan komoditi di pasaran masih stabil.
“Tentu ada pengaruhnya tetapi tidak signifikan. Menjadi utama fokus bagaimana kita memastikan semua komoditi aman dari segi ketersediaan distribusi dan ketersediaan barang,” katanya.(arf)
Pemkot Upayakan Harga Sembako Stabil di Ramadan
