BALLA Kayua dipersiapkan menjadi lokasi yang representatif untuk semua kalangan. Syahrul memang sudah lama memimpikan, di area itu, setiap harinya berlangsung aktifitas sosial kemasyarakatan. Mulai dari anak kecil, pelajar, hingga orang tua.
Laporan: Rahmawati Amri
TIDAKLAH mengherankan jika Syahrul mempersiapkan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), museum, hingga perpustakaan di balla kayua. Tempat ini juga bisa dimanfaatkan bagi komunitas yang ingin berdiskusi seputar budaya hingga adat istiadat dan sebagainya. Bahkan rumah adat itu juga menjadi lokasi syuting film.
Juga terdapat kebun binatang mini dengan berbagai hewan di sana. Saat ini sudah terdapat anoa, binatang khas Pulau Sulawesi.
Khusus untuk perpustakaan, dibuat tempat yang cukup luas agar bisa menampung beragam koleksi. Selain koleksi buku-buku umum, anda juga bisa temukan koleksi karya buku dan foto-foto dari perjalanan karier dari awal seorang Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Sebelum masuk perpustakaan yang berada di kolong rumah, pengunjung akan disajikan asrinya suasana taman. Kemudian di pintu masuk perpustakaan sebelah kiri, terdapat balai-balai terbuat dari kayu ulin. Sedangkan bagian atas rumah, di beranda (lego-logo) bisa memandang ke segala arah.
Kekhasan rumah kayu lengkap dengan perabotan khas berwarna coklat, senada dengan warna kayu ulin yang menjadi konstruksi dan bahan dari rumah ini. Di bagian tengah bahkan ada sebuah meja kerja dan meja rapat.
Memasuki perpustakaan, buku-buku berjejer rapi, namun belum semua rak terisi. Foto-foto SYL sepanjang berkarier di pemerintahan juga dapat dinikmati. Cahaya yang masuk begitu terang tanpa bantuan lampu. Udara pun terasa segar.
“Semua pengunjung bebas membaca buku di sini. Termasuk buku yang ditulis oleh Pak Gubernur, karena beliau memang hobi menulis,” kata pengelola perpustakaan Ichal Firman.
Ical menambahkan, dua bulan sejak dibuka, berbagai kalangan telah datang, baik umum dan mahasiswa. Ada 4.000 lebih koleksi dan masih akan ditambahkan.
“Di sini juga ada studio Radio Gama. Bapak Gubernur juga sering ke sini,” sebutnya.
Sementara itu, salah satu pegawai Humas Pemprov Muhammad Yatim yang ikut mengerjakan dekorasi untuk perpustakaan ini, mengatakan SYL ikut terlibat dan turun langsung melakukan pengerjaan.
“Pada saat saya memasang foto untuk digantung, saya kaget tiba-tiba ada yang memberikan bingkai foto dari samping. Ternyata itu Pak Gubernur,” ujar fotografer yang telah mendampingi SYL selama 10 tahun.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, selain dimanfaatkan sebagai perpustakaan dan taman pembelajaran, juga banyak koleksi pribadi yang menceritakan perjalanan karirnya. Termasuk baju dan foto-foto pribadi.
Di museum Balla Kayua, terdapat 6.000 judul buku, baju-baju seragam sejak jadi lurah, camat, songkok, 500 lebih badik, dan foto, video pidato, serta meja kerjanya.
“Saya berharap Balla Kayua bisa menjadi tempat untuk belajar, bersantai, berdiskusi dan berbagai kegiatan bermanfaat ke depan, ” pungkasnya. (*/rus)
