Site icon Berita Kota Makassar

Disdikbud Jeneponto Seleksi Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa

JENEPONTO, BKM — Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jeneponto mendapat kepercayaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk menyeleksi 50 calon mahasiswa yang berasal dari SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Jeneponto bagi lulusan tahun 2017 dan 2018 yang telah mengikuti Ujian Nasional (UN) untuk mengikuti program beasiswa di perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia melalui program afirmasi.
Kadis Dikbud Jeneponto, Nur Alam, menjelaskan, Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) adalah kebijakan pemerintah pusat sebagai upaya pemberian akses pendidikan tinggi seluas-luasnya kepada siswa lulusan SMA atau sederajat yang berasal dari daerah tertentu dengan kondisi ketertinggalan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur pendidikan di daerahnya.
”Sehingga mereka tidak mampu mengakses masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi,” jelas Nuralam saat ditemui di ruang kerjanya kantor Disdikbud, Jalan Abd Jalil Sikki Romanga, Jumat (6/4).
Lanjut Nuralam mengatakan, tiap calon peserta dapat memilih dua perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Tapi harus di luar Sulsel. Tiap perguruan tinggi dapat memilih dua program pendidikan (Prodi). Biaya kuliah dan biaya hidup selama mengikuti program ini akan disiapkan atau ditanggung pemerintah.
Saat ini telah terdaftar secara on line melalui aplikasi Kemenristek Dikti sebanyak 50 orang calon peserta tes/ujian tulis yang akan dilaksanakan pada 17 April 2018 di SKB Ci’nong, Kelurahan Tonrokassi.
Ramlah, salah seorang calon peserta program ADIK, mengatakan, dirinya lulus SMA Negeri 1 Jeneponto tahun 2017 lalu. Namun karena keterbatasan finansial orangtua yang hanya petani padi musiman, sehingga ia pupus harapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau perguruan tinggi.
”Meski saya belum diterima program ADIK, saya sudah merasa bersyukur. Karena masih ada peluang untuk kuliah di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia atau ternama di Indonesia meski di luar Sulsel dengan biaya dari pemerintah. Semoga saya lulus berkat adanya doa dari orangtua dan teman-teman,” kata Ramlah dengan senyum melebar. (krk/mir/c)

Exit mobile version