MAMUJU, KM — Sebanyak 219 orang peserta didik mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). Mereka menempati lima ruangan yang ada di Kompleks MTs dan Madrasah Aliyah Binanga.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat (Kakanwil Kemenag Sulbar), Muhdin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Binanga, Mamuju dan MTs Amalia Guppi, Kompleks Perumahan Transmigrasi Kali, Mamuju. Sidak dilakukan untuk memantau pelaksanaan UAMBN-BK, Jumat pekan lalu.
Saat memantau, Kakanwil Kemenag, Muhdin, mendapat keterangan dari panitia dan pengawas UAMBN-BK di MTs Binanga, kalau dalam pelaksanaan ujian ini ada permasalahan yang ditemukan. Yakni koneksi jaringan saat ujian berlangsung hingga masalah penyediaan soal.
Kendala yang dihadapi selama proses ujian berlangsung, menurut Idris, salah seorang panitia, yakni konektivitas jaringan akibat tegangan listrik di sekolah ini mengalami gangguan.
Kendala teknis lainnya, saat siswa ingin selesai mengerjakan soal dan ketika meng-klik selesai, ternyata tidak terkirim ke server. ”Salah satu kendala adalah server dan spaning lampu yang dayanya naik turun, sehingga siswa yang sudah selesai mengerjakan soal diminta untuk meng-klik ulang jawaban soalnya,” kata Idris.
Sementara itu, pimpinan MTs Amalia Guppi, Muh Darwis, mengatakan, pelaksanaan ujian tahun ini berjalan baik dan tidak ada kendala teknis yang terjadi. Ia juga menyampaikan, dari 94 siswa yang sudah terdaftar untuk mengikuti UAMBN-BK itu, hanya 92 orang yang dapat mengikuti ujian akhir sekolah tahun ajaran ini.
”Dua peserta siswa tidak mengikuti ujian nasional tahun ini. Satu orang siswa itu sudah menikah dan satu siswa lainnya sedang merantau di daerah lain,” ujar Darwis. (int)
Kakanwil Kemenag Pantau UAMBN-BK
