Site icon Berita Kota Makassar

Gowa Keciprat DAK Sanitasi Rp8,8 Miliar

GOWA, BKM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Mundoap mengatakan, saat ini Pemkab Gowa kembali kecipratan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sebesar Rp 8,873 miliar.

DAK ini untuk program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM).

Terkait kucuran dana itu, Mundoap pun mensosialisasikannya secara terbuka di lingkup Pemkab Gowa yang dihadiri para pimpinan SKPD serta 13 camat se Gowa, lurah/kades, pimpinan Ponpes, pengurus KSM di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Selasa (10/4) siang.

Mundoap mengatakan, tidak semua kecamatan dapat, karena hanya dikhususkan bagi wilayah yang punya IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Di Gowa ada 18 kecamatan sementara yang memiliki IPAL hanya 13 kecamatan dan 25 desa/kelurahan.

“13 Kecamatan itu tersebar di dataran tinggi dan rendah yakni Kecamatan Somba Opu, Pallangga, Bontomarannu, Bontonompo Selatan, Tompobulu, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo, Barombong, Pattallassang, Parangloe, Parigi dan Bontolempangan,” kata Mundoap.

Dikatakannya, untuk pelaksanaan kegiatan ini, seluruh Kelompok Swadaya Masyarakat (SKM) diberdayakan dan akan didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

“Tenaga fasilitator ini berjumlah sebelas orang yang terdiri dari fasilitator teknik dan fasilitator pemberdayaan. Mereka inilah yang akan mendampingi para SKM di lapangan,” tambah Mundoap.

Sebelumnya saat membuka sosialisasi ini, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni mengatakan, saat ini masalah air limbah di Indonesia masih sangat harus diperhatikan, karenanya Kabupaten Gowa turut berperan aktif dalam mengupayakan pengolahan air limbah.

“Kita harus turut serta dalam mengolah air limbah dengan cara menggunakan teknologi efektif dan efisiensi yang tinggi, karena jika tidak itu akan berdampak kembali ke diri kita,” kata Rauf.

Wabup mengatakan, air limbah sangat berpengaruh dengan kesehatan, olehnya itu kegiatan ini penting untuk meningkatkan cakupan dan keandalan pelayanan sanitasi terutama dalam pengelolaan air limbah secara komunal.

“Kegiatan ini kita lakukan agar bagaimana kita meningkatkan kualitas kesehatan, yang dalam hal ini pengelolaan air limbah dengan menyediakan sanitasi di kawasan padat rawan sanitasi,” jelas Rauf.

Rauf pun berharap program ini bisa menciptakan lingkungan yang sehat sebab imbasnya akan melahirkan generasi sehat dan cerdas. (saribulan)

Exit mobile version