Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswa Serang dan Pukul WR 2 UMI

MAKASSAR, BKM — Insiden pemukulan terhadap petinggi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) terjadi, Rabu (11/4). Sekelompok mahasiswa menyerang dan memukuli Wakil Rektor 2 Dirgahayu Lantara.
Aksi tak terpuji mahasiswa tersebut diduga karena tidak terima calonnya dari jurusan teknik mesin dikalahkan dalam pemilihan dekan Fakultas Teknis. Mereka lalu menggelar aksi protes dan berorasi.
Saat itu datang Dirgahayu Lantara. Mahasiswa yang tersulut emosinya langsung melakukan penyerangan. Tampak Dirgahayu yang mengenakan baju putih sempat terjatuh, dan bagian belakangnya ditendang mahasiswa.
Beberapa orang dari pihak kampus yang juga berbaju putih mencoba menenangkan mahasiswa. ”Berhenti…berhenti…Orang tuamuji itu,” begitu ungkapan dari salah seorang pihak kampus yang mencoba melerai.
Namun mahasiswa tetap beringas. Bahkan ada diantaranya mengambil sebatang bambu yang di bagian ujungnya ada api tengah menyala.
Peristiwa tersebut dibenarkan Kepala Humas UMI Nurjannah Abna. Dihubungi melalui gawai, kemarin, Nurjannah mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadiannya. Sebab saat aksi berlangsung, dia sedang melaksanakan tugas sebagai Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu di Polda Sulsel. Namun, dia mengaku sudah mendengar adanya peristiwa itu.
“Saya belum mengetahui pasti peristiwa tersebut. Saya juga belum melihat videonya secara langsung,” jelas Nurjannah.
Berdasarkan informasi yang masuk, lanjutnya, saat terjadi aksi protes di depan rektorat, Wakil Rektor 2 ingin mengambil pelantang suara yang digunakan mahasiswa untuk berorasi. Namun, ada yang mendorongnya dari belakang sehingga yang bersangkutan terjatuh.
“Itu informasi sementara yang saya dengar,” tutur Nurjannah.
Sebenarnya, kata dia, terkait penetapan Dekan Fakultas Teknik, pihak universitas sudah menjelaskan kepada beberapa mahasiswa atas nama lembaga yang mempertanyakannya.
Pada Selasa (11/4), empat perwakilan mahasiswa mendatangi rektorat mempertanyakan persoalan tersebut. Sesuai mekanismenya, pihak universitas pun menyampaikan ke pihak fakultas untuk memberi penjelasan kepada para mahasiswa tersebut.
Namun, mereka datang lagi dan minta difasilitasi bertemu pimpinan. Karena rektor ada tamu, diarahkanlah mereka untuk ditemui oleh WR 3.
Sebelum bertemu WR 3, malah sudah ada pertemuan sebelumnya di auditorium. Mereka diterima langsung oleh WR 2, WR 3, WR 4, dan WR 5. Pada pertemuan itu dijelaskan prosedur pengambilan kebijakan dan bagaimana SK dekan. “Kami kira waktu itu sudah clear, ternyata tidak,” tandasnya.
Saat ini, ungkapnya, pasti pimpinan akan mengambil langkah-langkah untuk penyelesaian masalah. “Tentu pimpinan akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk persoalan ini,” pungkasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version