MAKASSAR, BKM– Puluhan siswa tetap melakukan aksi corat-coret dan konvoi usai menyelesaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kendati sudah ada ketegasan dan larangan yang dikeluarkan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, mereka tetap mengabaikannya.
Di hari terakhir pelaksanaan UNBK, Kamis (12/4), puluhan siswa SMKN 4 Makassar tampak melakukan aksi konvoi. Dengan baju tercoret-coret, sebagian tidak mengenakan helm, meninggikan gas motornya, mereka menyusuri jalan Jenderal Sudirman kemudian berbelok ke arah Jalan Kartini.
Namun sayang, di ujung jalan tersebut, beberapa aparat kepolisian menghadang dan menghalaunya. Mereka pun membelokkan motornya melawan arus lalulintas sambil berteriak-teriak.
Sebelumnya, Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono menegaskan, kalau ada konvoi yang mengganggu dan membahayakan lalulintas, Polantas harus melarang. “Kalau tidak mendengar, tangkap saja,” tandasnya.
Soal larangan coret-coret dan aksi konvoi di jalan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo, usai peninjauan UNBK mengatakan, sejak tahun-tahun sebelumnya memang sudah diterapkan larangan konvoi. Namun tetap saja ada yang membandel dan tidak menaati aturan.
Sementara itu, di hari terakhir UNBK tingkat SMA, hampir secara keseluruhan para kepala sekolah bekerja sama dengan pihak keamanan berjaga jaga di beberapa titik konvoi. Para kepsek meminta siswanya agar tidak euforia dengan melakukan konvoi di jalanan, serta meminta orang tua siswa agar memantau anaknya agar tidak arak-arakan usai ujian.
Kepala SMA 7 Makassar Anwar mengatakan, di setiap sesi akhir pelaksanaan UNBK, para panitia dan pihak keamanan memeriksa isi tas para siswa. Mereka diingatkan kembali sanksi bila melakukan konvoi.
“Selesai ujian, tas siswa diperiksa siapa tahu ada alat untuk coret coret. Juga diinformasikan kembali sanksi bila melakukan konvoi, seperti motor mereka akan ditahan selama tiga bulan,” jelas Anwar.
Hal serupa diungkapkan Kepala SMA 10 Makassar Husaefah Hasan. Menurutnya, bila ada diantara siswanya melakukan konvoi dan melakukan coret coret baju, maka pihak sekolah akan memberikan sanksi penjemputan siswa oleh orang tua.
“Kalau ada yang konvoi, sudah ada polisi yang jaga. Petugas bersiaga di beberapa titik yang akan dilalui konvoi. Sudah diimbau sampai pulang tidak ada coret coretan. Tadi pagi (kemarin) kita razia sebelum masuk. Begitu juga waktu pulang, seluruh isi tas siswa diperiksa,” jelas Husaefah.
Rencananya, seragam siswa SMAN 10 akan dikumpul lalu disumbangkan. “Kami sudah rencanakan itu. Nantinya diserahkan ke koordinator kelas masing masing untuk pengumpulan seragam layak pakai,” terangnya. (rhm-jun)
Siswa SMA Abaikan Larangan Gubernur
