GOWA, BKM — Akhir-akhir ini program pendidikan gratis dan program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) banyak disorot. Bahkan ada oknum yang sengaja menggelontorkan pernyataan bahwa program SKTB yang selama ini diterapkan Pemkab Gowa hanya membodohi siswa dan membuat siswa makin malas karena diiming-iming meski tak pintar tetap bisa naik kelas.
Lalu bagaimana tanggalan sejumlah warga terkait program SKTB ini?.
“Ada yang bilang SKTB membodohi siswa dan ada yang bilang program ini memperburuk kualitas anak didik di Gowa. Tapi saya yang warga Barru malah menganggap beruntunglah orang Gowa memiliki program inovasi pendidikan yakni SKTB itu. Kenapa karena manfaatnya saya rasakan sendiri. Dulu saya tinggal di Gowa. Saat saya tinggal di Gowa saya sangat bersyukur karena anak saya terjamin tanpa bayar uang masuk dan uang semester sekolah. Dan selama itu, saya sebagai orangtua bisa santai dan tanpa beban pembayaran uang sekolah terlebih karena pungutan sekolah hilang sama sekali,” kata Zainuddin Limpo (44), warga Kabupaten Barru.
Meski sudah menetap di Barru kurang lebih lima tahun, Zainuddin Limpo mengaku segala terobosan Pemerintah Kabupaten Gowa terhadap kemajuan pendidikan di Gowa sangatlah bagus. Bahkan dia pun berharap Gubernur Sulsel terpilih nanti adalah yang bisa menerapkan program pendidikan gratis dan SKTB.
Ketika Pemkab Gowa dalam masa itu masih dipimpin oleh Ichsan Yasin Limpo sebagai bupati, 14 pungutan sekolah dihapus, salah satunya tidak adanya kewajiban bagi orangtua siswa membeli seragam sekolah. Kemudian menyusul program inovasi lainnya yakni Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) dimana tidak ada lagi siswa tinggal kelas.
Saat SKTB diterapkan, memang istilahnya tidak ada tinggal kelas tapi gantinya remedial artinya siswa yang belum tuntas pelajarannya maka tetap harus menuntaskannya meski sudah naik tingkat ( naik kelas) atau sudah ke sekolah lanjutan.
Kepada media ini, Zainuddin Limpo mengaku potensi pembangunan yang ada di Sulsel bisa lebih membaik dari kemarin-kemarin. Dia pun tak pungkiri jika Ichsan Yasin Limpo sebagai mantan Bupati Gowa pemrakarsa pendidikan gratis, SKTB, Imtaq Indonesia dan program seperempat abad bisa menjadi pembuka Sulsel provinsi pendidikan di Indonesia.
“Saya ini orang kecil hanya seorang penjual ikan namun saya sangat rasakan ketika saya masih tinggal di Gowa, program pendidikan gratis dan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang dirasakan anak saya saat sekolah di Gowa di wilayah Kecamatan Bontomarannu sangat terasa. Kini anak saya sudah kelas 6 SD dan sekarang sekolah di Barru. Saya sangat salut dan memuji pak Ichsan hebat. Meski tidak ditanya saya pasti unjuk tangan jika ada yang tanya siapa yang pilih Ichsan?,” kata Zainuddin Limpo.
Hal senada dikatakan Nurifka Mansyur (14). Siswa kelas III MTsN Gowa yang berkedudukan dk Kecamatan Bontomarannu ini mengaku sejak duduk di kelas 6 SD dan kemudian masuk ke MTsN Gowa tak sepeserpun uang dibayarkannya ke sekolah.
“Sampai sekarang saya tidak pernah bayar uang sekolah. Uang seragam sekolah juga tidak ada. Jadi ibu saya dulu bebas mau belikan saya baju harga di bawah karena harga seragam tidak lagi ditentukan pihak sekolah. Dan selama saya bersekolah di madrasyah (setingkat SMP) saya tidak pernah bayar uang apapun. Saya sangat tertolong dengan program gratis dan SKTB di Gowa apalagi ibu saya telah meninggal dunia,” aku Ikka, sapaan Nurifka yang sebentar lagi mengikuti UNBK tingkat SMP/MTsN 2018 ini.
Terpisah, Nirmala (39), ibu rumahtangga, warga Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu ini mengaku karena program pendidikan gratis dan SKTB yang diterapkan Pemkab Gowa hingga sekarang telah banyak membantu dirinya. Apalagi Nirmala hanya menafkahi keluarganya sendiri dengan menjahit.
“Saya sangat terbantu. Dulu sebelum ada pendidikan gratis, setiap anak saya masuk sekolah baru, pastilah dibebani uang seragam dan uang SPP. Tapi sekarang tidak lagi. Saya justru dapat menikmati hidup saya ini. Sudah bisa beli mesin jahit dan sepeda motor tanpa terbebani uang sekolah. Dan capaian pendidikan tiga anak saya cukup baik, nilainya meningkat terus. Alhamdulillah. saya menyampaikan terima kasih kepada bapak Bupati Gowa, pak Adnan Purichta Ichsan yang tetap eksis menerapkan pendidikan gratis dan SKTB ini. Dan ini berkat rintisan pak Ichsan Yasin Limpo selama jadi bupati di Gowa,” kata Nirmala. (saribulan)
