Site icon Berita Kota Makassar

Film Layar Lebar Paotere’ Rencana Tayang Tahun Ini

AIM Production berdiri tahun 2015 lalu. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2017, production house (PH) inipun mencoba memproduksi film layar lebar pertamanya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

FILM layar lebar yang digarap perdana berjudul Paotere’. Berkisah tentang perjuangan seorang anak dan ibu yang tinggal di sekitar pelabuhan tradisional Paotere’. Di mana si ibu ini adalah seorang single parents (janda) yang membesarkan anaknya seorang diri.
Cerita film ini cukup unik karena mengangkat latar maritim Kota Makassar. Selain di Pelabuhan Paotere’, pengambilan gambarnya juga dilakukan di Pulau Samalona. Sementara pemerannya adalah artis ibu kota, yakni Cut Mini dan Yama Carlos.
“Film ini sekarang masih dalam proses editing di Jakarta. Kita recanakan tahun ini sudah bisa tayang,” kata Zulkarnaen.
Sedangkan film kedua yang diproduksi oleh AIM Production telah duluan tayang. Yakni web series Jalangkote Rasa Keju, yang kini telah bisa disaksikan di Youtube.
“Film Paotere itu kan film layar lebar. Jadi penayangannya juga butuh lebih banyak proses, dan pastinya memakan waktu yang lama. Berbeda dengan web series, yang prosesnya lumayan lebih cepat,” jelasnya.
Banyak hal menarik saat Zulkarnaen mengerjakan sebuah proyek film. Baginya, pekerjaan seperti ini memang sedikit berbeda dari lainnya. Bekerja secara tim dan kolektif tentu bukanlah hal yang mudah dalam menyelesaikan sebuah film.
“Dalam sebuah pembuatan film, ada berbagai departemen untuk menyelesaikan satu film. Hal itulah yang harus dipadukan. Hal ini pula yang membuatnya menarik,” ujar Zulkarnaen.
Terlebih lagi, beberapa seni harus dipadukan dalam sebuah karya ini. Misalkan ada seni musik, tari, teater, dan seni rupa. Semua itu digabungkan dalam sebuah wadah yang membentuk sebuah film. Hal itu pula yang membuat Zulkarnaen suka bergelut di bidang ini.
Namun, semua itu membutuhkan waktu agar bisa kompak. Karena hakikatnya mereka bekerja bersama untuk menghasilkan karya, jadi terkadang tidak semua departemen bisa kompak.
Misalnya saja tentang skill. Zulkarnaen mengatakan, untuk menghasilkan skill yang baik di timnya, mereka membutuhkan jam terbang yang cukup tinggi. Jika tidak, mungkin saja film tetap akan jadi, namun kualitasnya berkurang.
Lama pembuatan film juga bervariasi. Untuk satu film yang lokasinya hanya di Makassar, Zulkarnaen mengatakan membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Sedangkan film yang memiliki adegan action, bisa lebih lama lagi.
“Seperti film Paotere. Itu kan ada adegan actionnya. Untuk satu scene saja butuh waktu dua hari,” ucap Zulkarnaen.
Sebagai seseorang yang kini bergelut di dunia perfilman, khususnya di Makassar, Zulkarnaen punya harapan. Ia ingin film-film yang diproduksi di daerah ini bisa lebih berkualitas. Pemilik PH agar terus menciptakan karya yang mampu bersaing, lebih menggali potensi, dan tidak cepat merasa puas. (*/rus/b)

Exit mobile version